Polisi Israel Tembak Gadis Palestina di Yerusalem

Polisi Israel mengatakan gadis itu berusaha menusuk warga Israel di Yerusalem.

Polisi Israel Tembak Gadis Palestina di Yerusalem
ANADOLU AGENCY/ALI JADALLAH
Seorang remaja putri dengan bendera Palestina di tangannya, menghindari asap gas air mata yang diluncurkan pasukan Israel -dari sisi lain perbatasan- untuk membubarkan aksi unjuk rasa di perbatasan Gaza-Israel, Palestina, Jumat (27/8/2018). 

SERAMBINEWS.COM - Seorang gadis Palestina ditembak dalam upaya penusukan yang diduga terjadi di kota Yerusalem Timur pada Selasa (6/11/2018).

Polisi Israel mengatakan seorang gadis membawa pisau dan mencoba menikam warga sipil dan tentara di dekat kantor polisi di Yerusalem.

"Polisi perbatasan mencegah upaya penikaman di sekitar pom bensin dekat pemukiman Mishor Adumim," kata Juru Bicara Kepolisian Micky Rosenfeld dalam sebuah pernyataan.

"Penyerang ditembak dan dilumpuhkan," kata dia. Tidak ada korban luka dalam upaya penusukan itu.

Terkait insiden ini, belum ada tanggapan dari pihak berwenang Palestina tentang insiden itu.

Baca: Viral Foto Pengunjuk Rasa di Jalur Gaza, Gambarkan Beratnya Perjuangan Rakyat Palestina

Sehari sebelumnya, pasukan Israel juga menembak dan melukai seorang pria Palestina dalam upaya penusukan yang diduga dilakukan di kota Hebron, Tepi Barat, Senin (5/11/2018).

Tentara Israel pun menahan 19 warga Palestina dalam operasi yang digelar malam hari di berbagai bagian di Tepi Barat.

Warga Palestina yang ditangkapi itu dituduh terlibat dalam kegiatan terorisme dan dikirim ke pusat penahanan di wilayah tersebut untuk diperiksa, menurut pernyataan tertulis militer Israel.

Pasukan Israel kerap menyergap rumah-rumah warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, kemudian menahan orang Palestina dengan berbagai tuduhan.

Asosiasi Tahanan Palestina melaporkan bahwa terdapat sekitar 6.000 warga Palestina yang menerima hukuman penjara seumur hidup di penjara-penjara Israel.

Baca: Israel Cekal Ahed Al-Tamimi, Ikon Perlawanan Palestina Ini tak Boleh Bepergian ke Luar Negeri

Berdasarkan data resmi pemerintah, sekitar 6.500 warga Palestina saat ini mendekam di penjara Israel, termasuk 62 perempuan dan sekitar 350 anak di bawah umur.

Militer Israel sering melaksanakan razia di Tepi Barat dengan dalih mencari orang-orang Palestina yang "termasuk dalam daftar orang-orang yang dicari".

Wilayah Palestina diliputi ketegangan sejak Desember 2017 lalu, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Hingga kini, Yerusalem Timur yang diduduki oleh Israel pada 1967, masih menjadi poros konflik Timur Tengah selama puluhan tahun.(Anadolu Agency)

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved