Mobil Terjun ke Jurang, 3 Tewas

Mobil rombongan keluarga intat linto (pengantar mempelai pria) yang berasal dari Kuala Simpang, Aceh Tamiang

Mobil Terjun ke Jurang, 3 Tewas

* Saat Mengantar Pengantin

BLANGKEJEREN - Mobil rombongan keluarga intat linto (pengantar mempelai pria) yang berasal dari Kuala Simpang, Aceh Tamiang, terjun ke jurang sedalam 100 meter di kawasan Ise-ise, Kecamatan Pantan Cuaca, Gayo Lues (Galus), tepatnya di Km 98, Senin (5/11) sekira pukul 22.00 WIB. Akibatnya, tiga dari tujuh penumpang mobil Toyota Land Cruiser BK 9 DG itu meninggal dunia. Musibah itu terjadi seusai rombongan menghadiri pesta perkawinan di Kampung Jawa, Blangkejeren.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Eka Surahman melalui Kasat Lantas AKP Handoko, kepada Serambi, Selasa (6/11) mengakui tiga penumpang mobil itu meninggal, sedangnya yang lainnya mengalami luka-luka.

Korban yang meninggal adalah Nuraini (48), warga Desa Tanah Terban, Kuala Simpang, Wartasiah (63), warga Kota Langsa, dan Jamilah (60), warga Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Sedangkan sopirnya, Irwan Pane (53), warga Desa Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, mengalami luka berat dan penumpang lainnya luka ringan.

Mereka yang luka ringan adalah Marwan (45), PNS di Langsa Kota, Kana Zahira (16), pelajar, Nunul (56), Kepala Dusun Lampoh, Idi Rayeuk, Aceh Timur, dan Ridho (6), pelajar Langsa Kota.

“Para korban sudah dievakuasi polisi bersama warga, selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Datu Beru Takengon. Adapun mobil yang nahas itu sudah ditarik dari jurang,” ujarnya.

Kasat Lantas AKP Handoko menduga, kecelakaan tunggal itu terjadi karena pengemudi (Irwan Pane) kehilangan konsentrasi atau mengantuk di Km 98 Ise-ise, sehingga mobil yang ia sopiri terjun bebas ke jurang setelah menabrak besi pembatas jalan.

Sementara itu, tiga jenazah korban yang dibawa naik ambulans tiba di RSU Datu Beru, Kota Takengon, Selasa (6/11) sekira pukul 11.00 WIB. Ketiga jenazah yang bersaudara kandung ini, langsung dibawa ke ruang jenazah rumah sakit setempat. Sedangkan lima orang lainnya yang mengalami luka-luka, sudah lebih dulu tiba di RSU Datu Beru, Takengon.

Berdasarkan amatan Serambi, ketika ketiga jenazah diperiksa oleh tim medis dan dimandikan di ruang jenazah RSU Datu Beru Takengon, sejumlah sanak famili korban menunggu di luar ruangan. Ada yang duduk termenung dengan mata berkaca-kaca, ada juga yang sibuk menghubungi pihak keluarga melalui telepon seluler.

Direktur RSU Datu Beru, Takengon, dr Hardi Yanis kepada Serambi mengatakan, ketiga jenazah korban laka lantas tunggal itu, setelah melewati pemeriksaan visum, langsung dimandikan. “Setelah itu, ketiga jenazah dibawa keluarganya pulang ke Aceh Tamiang dan Kota Langsa, untuk segera dikebumikan,” kata Hardi Yanis.

Sedangkan korban yang mengalami luka, lanjut Hardi, masih dirawat di ruangan untuk mendapatkan penanganan intensif. Namun, untuk beberapa korban luka, sudah bisa diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya sudah mulai membaik. “Barangkali nanti, korban luka bisa sekalian pulang, bersama rombongan yang membawa jenazah,” jelasnya.

Hardi Yanis menambahkan, pihaknya menyediakan mobil ambulans untuk membantu membawa jenazah korban ke kampung halamannya. Termasuk, petugas yang mengantar telah disiapkan. “Kalau proses penanganan cepatnya dan jenazah bisa segera dibawa pulang untuk dikebumikan,” pungkas Hardi Yanis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ketiga korban yang meninggal itu mengalami luka robek di beberapa bagian kepala, dada, perut, bahkan kaki.

Berdasarkan data dari RSU Datu Beru, Takengon, nama-nama korban meninggal dunia, diantaranya, Nuraini (53) asal Aceh Tamiang, Wartasiah (67) asal Kota Langsa, dan Hj Jamaliah (61) asal Aceh Tamiang. (c40/my)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved