Pembebasan Lahan Bendungan Tiro tak Jalan, Ghazali Abbas: Pemerintah Harus Bujuk Pemilik Tanah

Lahan yang dibebaskan masih nol, masih seperti semula. Penyebabnya, karena mungkin masih di masyarakat juga. Namun demikian, kami tetap berupaya.

Pembebasan Lahan Bendungan Tiro tak Jalan, Ghazali Abbas: Pemerintah Harus Bujuk Pemilik Tanah
SERAMBI/M NAZAR
Anggota DPD RI, Ghazali Abbas Adan, Selasa (01/08/2017). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perkembangan pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Tiro di Pidie masih belum mengembirakan.

Sudah lima tahun lebih, belum semeter pun tanah warga yang berhasil dibebaskan.
Sedangkan target pembangunan direncanakan dari 2018 hingga 2023.

Padahal, proyek itu hanya membutuhkan lahan seluas 452,77 hektare. Pembangunan Bendungan Tiro merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) era Jokowi.

Kepala Tata Usaha Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Adrian menyampaikan progres pembebasan lahan Bendungan Tiro tidak berjalan.

“Yang dibebaskan masih nol, masih seperti semula. Penyebabnya, karena mungkin masih di masyarakat juga. Namun demikian, kami tetap berupaya,” katanya.

Adrian menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk 'Nasib Proyek Strategis Nasional di Aceh' yang diselenggarakan Centra Politika di Arabica Seulawah Coffee, Banda Aceh, Senin (5/11/2018).

Menanggapi masalah itu, anggota DPD RI asal Aceh, Ghazali Abbas Adan berharap Pemerintah Pidie bisa melakukan pendekatan dengan masyarakat yang lahannya masuk ke lokasi pembangunan bendungan. Sebab, bendungan tersebut kelak dapat mengairi 18.000 hektare lahan sawah di Pidie.

“Saya kembali mengharapkan kepada penguasa Kabupaten Pidie untuk melakukan pendekatan dengan cara persuasif dan menjelaskan kepada pihak-pihak yang tanahnya menjadi lokasi Bendungan Tiro agar ikut mendukungnya,” katanya.

Ghazali meyakini, dari pembangunan bendungan tersebut selain dapat mensejahterakan pemilik lahan dengan relokasi pemukiman yang tertata rapi dan nyaman serta rupa-rupa fasilitas umum yang dibutuhkan, juga membantu petani dalam mengatasi air.

“Dengan berdirinya bendungan itu, insya Allah akan dapat mensejahterakan kehidupan masyarakat petani di Pidie yang faktanya memang sebagian besar mereka menunjang kehidupan dari sektor pertanian,” ujar senator Aceh ini.

Di sisi lain, di Pidie juga sedang dibangun Bendungan Rukoh yang mana progres pembebasan lahannya terus ada kemajuan meskipun belum semuanya dibebaskan. Bendungan Rukoh ini berada di bawah Bendungan Tiro yang berada di hulu sebagai penyuplai utama air.

Jika Bendungan Rukoh bisa beroperasi sedangkan Bendungan Tiro macet, maka dipastikan penyuplaian air ke hilir akan terganggu. Karena itu, dibutuhkan dukungan semua pihak agar pembangunan ke dua bendungan ini bisa terlaksana tepat waktu.

“Kita berharap kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Pidie agar masalah lahan yang menjadi lokasi pembangunan Bendungan Tiro dan Rukoh dapat segeras diselesaikan. Sehingga proses pembangunan dapat dimulai dan bisa memberi kemakmuran bagi rakyat,” pungkasnya.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved