Pemerintah Pulangkan Warga Punge

Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial (Dinsos) membawa pulang Rusli (39) warga Punge, Banda Aceh

Pemerintah Pulangkan Warga Punge
KADIS Sosial Aceh, Alhudri membacakan surat KBRI Suva, Fiji terkait permasalahan yang dialami Rahmad Hidayat selaku ABK pada kapal ikan berbendera Fiji. RahmadHidayat (tengah) sesaat tiba di Dinas Sosial Aceh,Rabu (7/3) disambut abang dan kakaknya, Ainal Nasir (kiri) dan Netty Handayani (kanan). 

* Setelah Ditahan 2 Tahun di Malaysia

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial (Dinsos) membawa pulang Rusli (39) warga Punge, Banda Aceh, yang selama dua tahun terakhir ditahan di Malaysia.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM melalui Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), Rohaya Hanum SE, Kamis (8/11) menyampaikan, selama dua tahun itu Rusli ditahan oleh pihak imigrasi Malaysia di Penang. Ia ditahan karena ada beberapa pelanggaran yang dilakukan, seperti tidak memiliki identitas dan dokumen resmi.

Rusli tinggal seorang diri di Malaysia, karena semua keluarganya menjadi korban musibah tsunami pada 2004 silam. Namun tidak diketahui dengan jelas pekerjaannya selama di Malaysia. “Dia dibawa keluarganya ke Malaysia sejak kecil, saat itu masih berumur 5 tahun. Kemudian dia dibuatkan KTP palsu oleh pihak keluarga. Namun, sebelum tsunami keluarganya pulang ke Banda Aceh sehingga menjadi korban tsunami dan tinggallah Rusli sendiri di Malaysia hingga dia ditangkap pihak keamanan setempat,” kata Rohaya.

Dia melanjutkan, informasi ditahannya Rusli oleh Imigrasi Malaysia diketahui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Malaysia. Informasi itu kemudian diteruskan oleh KJRI ke Pemerintah Aceh.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT memerintah Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM untuk mengurus proses pemulangan Rusli kembali ke Aceh.

Dalam proses pemulangannya, Rusli diantarkan langsung oleh pihak Imigrasi Malaysia dan KJRI ke Bandara Kualanamu Sumatera Utara untuk diserahkan ke Pemerintah Aceh. Proses serah terima warga Aceh tersebut berlangsung di Bandara Kualanamu.

Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), Rohaya Hanum SE mengatakan, karena Rusli yang sebatang kara dan tidak memiliki rumah di Aceh. Maka pihak Dinas Sosial Aceh menitipkan ia di Lingkungan Pondok Sosial (Liposos), Ladong, Aceh Besar.

“Karena dia tanggungjawab negara maka akan kita tampung di Liposos milik Dinas Sosial Aceh di Ladong, Rusli ini juga tidak lagi memiliki tempat tinggal di sini,” kata Rohaya Hanum.(mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved