Breaking News:

Momen Single's Day, Alibaba Mampu Meraih Penjualan Rp14,6 Triliun dalam 85 Detik

Beberapa situs belanja online tersebut pun mulai menawarkan promo besar-besaran yang sangat dinantikan oleh masyarakat.

Editor: Fatimah
South China Morning Post
Daniel Zhang CEO Alibaba yang baru 

SERAMBINEWS.COM - 11 November, event belanja tahunan Single's Day kembali dihadirkan.

Mulanya, Single's Day adalah hari perayaan bagi mereka yang 'jomblo' atau belum memiliki pasangan.

Ide event belanja online pertama kali dicetuskan oleh CEO Alibaba Group yang baru, Daniel Zhang.

Pada tahun 2009, Alibaba mulai menawarkan diskon belanja pada Single's Day.

Baca: Kehabisan Uang, Perusahaan di China Bayar Keuntungan Investor Pakai Daging Babi

Pada event tersebut, Alibaba meraup nilai total transaksi (Gross Merchandise Value, GMV) sebesar $ 7,8 juta (Rp114,5 miliar).

Seiring berjalannya waktu, Zhang menyulap tanggal tersebut menjadi ajang belanja online terbesar di dunia.

Konsep ini menyerupai ajang belanja online di AS yaitu Black Friday atau Cyber Monday yang diadakan setelah perayaan Thanksgiving.

Ajang Single's Day semakin besar dari tahun ke tahun.

Baca: Peringati Hari Kesehatan Nasional, Mahasiswa PKIP FKM Unmuha Bagi Buah-buahan di Simpang Lima

Pada event belanja tahunan kali ini, Alibaba berhasil mencapai nilai penjualan yang fantastis setelah sebelumnya diprediksi pertumbuhannya melambat.

Baca: Sore Ini, Ustaz Abdul Somad Ceramah di Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara

 
Dilansir dari CNN, Alibaba mengatakan pada hari Minggu (10/11) bahwa penjualan melonjak melewati angka $ 1 miliar (Rp14,6 triliun) hanya dalam waktu 1 menit 25 detik (85 detik) dengan adanya momen yang belanja terbesar yang dikenal dengan Single's Day.

Event belanja ini meningkatkan penjualan yang lebih besar seperti halnya Black Friday dan Cyber Monday.

Namun, Single's Day tahun ini datang di saat Alibaba berada di bawah tekanan ekonomi China yang mulai melambat.

Baca: 18 Pemain Persiraja Tiba di Stadion Utama Sport Center Tangerang, Empat di Antaranya Absen

Selain juga adanya saingan baru dalam industri e-commerce dan perang dagang dengan Amerika Serikat.

Alibaba memangkas proyeksi pendapatan tahunan sebanyak 6 persen pada awal bulan ini.

Baca: Pertama Kali di Iran, Ribuan Suporter Wanita Diizinkan Nonton Final Liga Champions Asia di Stadion

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved