Mantan Kombatan Serahkan Senpi ke Dandim Aceh Barat

Seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kecamatan Panton Reue, Aceh Barat, menyerahkan sepucuk

Mantan Kombatan Serahkan Senpi ke Dandim Aceh Barat
SERAMBI/RIZWAN
DANDIM 0105 Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto memperlihatkan sepucuk senjata api (senpi) revolver dan enam amunisi dan dua bendara bintang bulan yang diserahkan mantan anggota GAM di Pos TMMD di Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, Sabtu (10/11) malam. 

* Juga 6 Peluru dan 2 Bendera

MEULABOH - Seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kecamatan Panton Reue, Aceh Barat, menyerahkan sepucuk senjata api (senpi) laras pendek kepada Dandim 0105 Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto, Sabtu (10/11). Penyerahan senpi jenis revolver itu berlangsung di Pos TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-103 di kecamatan setempat.

Selain senpi yang merupakan sisa konflik Aceh itu diserahkan juga enam butir peluru dan dua lembar bendera Bintang Bulan yang sebelumnya dikenali sebagai bendera GAM.

Senpi yang masih aktif itu diserahkan setelah adanya pendekatan khusus oleh anggota TNI Kodim 0105 Aceh Barat terhadap pemiliknya saat para prajurit TNI hadir di kawasan itu dalam rangka TMMD.

Namun, eks kombatan (petempur) yang menyerahkan senpi kepada Dandim Aceh Barat itu menolak namanya dipublikasi meski ia hadir dalam prosesi penyerahan di pos TMMD Kodim setempat.

Sebelum penyerahan senpi dan amunisi, sejumlah anggota TNI dan Dandim turut menyambut kedatangan pria paruh baya tersebut. Menariknya, sang pria datang dengan menyeberangi sebuah sungai di kawasan itu dengan mendayung perahu.

Dandim Aceh Barat, Letkol Kav Nurul Diyanto kepada wartawan mengatakan terima kasih atas keikhlasan salah satu warga Aceh Barat itu menyerahkan senpi atas dasar kesadaran sendiri, tanpa paksaan, kepada Kodim 0105/Aceh Barat.

“Saya berharap apa yang telah dilakukan oleh kawan kita ini menjadi contoh bagi anggota masyarakat lainnya yang masih menyimpan senjata api, maupun bahan peledak, karena dapat membahayakan dirinya, keluarga, dan orang lain,” kata Dandim.

Dikatakannya, penyerahan senpi jenis pistol, enam peluru, dan dua bendera Bintang Bulan kepada TNI itu setelah personelnya yang selama ini aktif dalam kegiatan TMMD hadir di Kecamatan Panton Reue membuka jalan dan peningkatan jalan di daerah pedalaman Aceh Barat. Apalagi daerah yang menjadi sasaran TMMD sejak 13 Oktober hingga 13 November itu merupakan salah satu daerah bekas konflik dan terisolasi di Aceh Barat.

Di depan Dandim, eks kombatan itu menyatakan bahwa penyerahan senjata tersebut merupakan bentuk ucapan terima kasihnya atas upaya TNI dari Kodim 0105/Aceh Barat yang telah membangun desa tertinggal dengan program TMMD di wilayah mereka. “Senjata ini selama ini saya simpan di dalam tanah. Senjata ini bekas konflik yang saya pakai saat konflik Aceh lalu,” ujar pria yang memakai kain di kepalanya itu.

Mungkin masih ada
Dandim Aceh Barat menambahkan, senpi yang merupakan sisa konflik Aceh kemungkinan masih ada di tangan masyarakat. Karena itu, bila ada yang masih menguasainya agar segera diserahkan kepada TNI atau Polri.

Seperti pernah diberitakan, Kodim 0105 Aceh Barat tahun 2017 menerima dua pucuk senpi laras panjang juga diserahkan oleh mantan GAM di kabupaten itu. Dua pucuk tersebut yang masih aktif bersama amunisi jenis SSi dan AK-56 yang juga setelah dilakukan pendekatan oleh prajurut TNI. Selain ke Kodim, penyerahan sepucuk senpi dari mantan GAM pada tahun 2017 lalu juga kepada Polres Aceh Barat jenis M-16. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved