17 Wanita Duduk Ngangkang di Sepeda Motor Terjaring Razia Polisi Syariah di Lhokseumawe

Personel Wilayatul Hisbah (WH) menggelar razia busana pada pengguna jalan di depan Taman Riyadah Lhokseumawe, Selasa (13/11/2018).

17 Wanita Duduk Ngangkang di Sepeda Motor Terjaring Razia Polisi Syariah di Lhokseumawe
SERAMBI/TEUKU DEDI ISKANDAR
ILUSTRASI -- Razia petugas Wilayatul Hisbah (WH). 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Personel Wilayatul Hisbah (WH) menggelar razia busana pada pengguna jalan di depan Taman Riyadah Lhokseumawe, Selasa (13/11/2018).

Dalam razia tersebut, WH ikut menjaring wanita yang duduk mengangkang saat berboncengan di sepeda motor (sepmor).

Sehingga dalam razia yang berlangsung sekitar dua jam (10.00 WIB-12.00 WIB), polisi syariah berhasil menjaring 17 wanita yang duduk mengangkang saat berboncengan di sepmor.

Untuk diketahui, di Kota Lhokseumawe, sekarang ini masih berlaku imbauan larangan duduk ngangkang di sepmor.

Baca: WH Razia Wanita Duduk Ngangkang di Atas Sepmor

Baca: Wali Kota: Larangan Ngangkang belum Perlu Aturan Khusus

Baca: Perempuan Internasional Bahas Isu Ngangkang

Imbauan yang diteken unsur muspida plus ini dikeluarkan pada 8 Januari 2013.

Kasatpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Dr Irsyadi, menyebutkan, dalam upaya menjalankan himbauan tersebut, maka setiap digelar razia busana di jalan, tetap menghentikan sepmor bila ada wanita yang duduk ngangkang saat berboncengan.

Namun begitu, dikarenakan larangan duduk ngangkang hanya sebatas imbauan, maka bagi wanita yang terjaring, hanya diberi nasehat.

Selanjutnya polisi syariah meminta wanita tersebut mengubah cara duduknya dengan menyamping.

Setelah itu mereka pun boleh melanjutkan perjalanan kembali. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved