Dubes Arab Saudi Bantah Larang Warga Palestina untuk Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah

"Maka tidaklah logis kalau seandainya jumlah yang akan melakukan ibadah haji dari Palestina mencapai 2 juta orang," ujar dia.

AFP/ AHMAD AL-RUBAYE
Umat muslim berkeliling di sekitar Kabah di Masjidil Haram di kota suci Mekah, Aarab Saudi, Jumat (17/8). Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Mekkah di Arab Saudi untuk ibadah haji tahunan, salah satu dari lima rukun Islam. AFP/ AHMAD AL-RUBAYE 

Tujuan akhirnya adalah, jika para pengungsi Palestina itu dinaturalisasi Jordania atau negara lainnya maka masalah pengungsi Palestina akan berakhir.

"Ini adalah bagian dari kesepakatan antara Israel dan Arab Saudi, tetapi Jordania tak mau menaturalisasi warga Palestina," tambah sumber itu.

Seorang anggota parlemen Jordania mengatakan, negeri itu sudah menerbitkan paspor sementara untuk warga Palestina di Israel sejak 1978.

Warga Palestina itu tinggal di wilayah Israel sebagai bagian dari wilayah yang direbut negeri Yahudi itu dalam perang Arab-Israel 1948.

Saud Abu Mahfouz, seorang anggota parlemen Jordania, mengatakan bahwa mereka sudah meminta menteri dalam negeri Jordania untuk mengirim komite ke Riyadh.

Komite itu bertugas untuk berupaya membujuk pemerintah Saudi agar mencabut keputusannya dan menyerukan agar Raja Salman melakukan intervensi.

"Keputusan ini memengaruhi semua warga Arab dan Muslim yang memiliki hak untuk menunaikan ibadah haji dan umarh," ujar Mahfouz.

"Kami sudah mendengar keluhan soal masalah ini sejak tahun lalu dan kami terkejut setelah 200 agen wisata Jordania tidak bisa mendapatkan visa untuk umrah dari kedubes Saudi untuk warga Palestina," tambah Mahfouz.

Anggota lain parlemen, Yahya al-Saud mengatakan, pihaknya sudah meminta waktu untuk bertemu dengan duta besar Arab Saudi di Amman, Khaled al-Faisal.

Namun, hingga saat ini kantor kedubes Arab Saudi belum kunjung memberikan jadwal pertemuan.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved