Jembatan Ulee Raket Roboh

Jembatan rangka baja Ule Raket di Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat pada Senin (12/11) dinihari

Jembatan Ulee Raket Roboh
SERAMBI/RIZWAN
JEMBATAN rangka baja Ulee Raket di Sawang Teube, Kaway XVI, Aceh Barat roboh menyebabkan transportasi dari Kaway XVI ke Pante Ceureumen lumpuh total, Senin (12/11). 

* Jalur Kaway XVI-Pante Ceureumen Lumpuh

MEULABOH - Jembatan rangka baja Ule Raket di Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat pada Senin (12/11) dinihari sekira pukul 00.30 WIB, roboh pada sisi arah ke Kecamatan Pante Ceureumen. Akibatnya, transportasi darat antarkecamatan dari Kaway XVI ke Pante Ceureumen dan sebaliknya, menjadi lumpuh total.

Dampak robohnya jembatan sepanjang 120 meter itu membuat pengendara terpaksa menggunakan jalur lain via Keude Aron, Kaway XVI, serta tembus ke Kecamatan Meureubo, jika ingin ke Pante Ceureumen. Selain jalannya lebih jauh, warga juga harus melewati perbukitan sepi dan rawan berjumpa binatang liar seperti gajah dan babi hutan. Beruntung, saat jembatan rangka baja itu roboh, tak ada pengendara yang melintas sehingga tidak jatuh korban jiwa.

Jembatan Ule Raket itu, selama ini memang dalam kondisi rusak parah pada abutment sisi arah ke Kecamatan Pante Ceureumen. Sedangkan, sisi di Kecamatan Kaway XVI sudah dibangun tahun lalu melalui dana APBA. Robohnya jembatan yang sudah berusia 15 tahun lebih itu, sudah ditinjau pejabat Pemkab dan anggota DPRK Aceh Barat, kemarin.

Keuchik Sawang Teube, Zulbaili kepada wartawan di lokasi kejadian mengatakan, kerusakan abutment jembatan itu sudah sangat lama terjadi, tetapi selama ini dibiarkan oleh pemkab hingga akhirnya jembatan ambruk. “Selama ini tidak pernah diperbaiki dan terkesan dibiarkan. Dampak jembatan ambruk, puluhan desa di Kecamatan Pante Ceureumen dan Kaway XVI terisolir,” kata Zulbaili.

Menurutnya, jembatan Ule Raket mulai difungsikan pada tahun 2002 atau sudah berusia hampir 16 tahun. “Pertama dibangun tahun 1996 saat konflik Aceh, tapi tidak selesai. Lalu, dibangun tahun 2000 dan dua tahun kemudian, diresmikan oleh Ketua MPR Taufik Kemas, waktu itu. Namun, seiring perjalanan waktu, abutment jembatan itu kerap digerus erosi, namun kurang mendapat perhatian pemerintah sehingga kini menjadi amblas,” bebernya. “Sebelum jembatan dibangun, dulu warga harus menggunakan rakit jika menyeberang. Makanya, jembatan itu disebut Ulee Raket,” tukas Keuchik Zulbaili.

Kapolsek Kaway XVI, Ipda Andri J maupun Kapolsek Pante Ceureumen, Iptu Maini Salmasih yang ditanyai wartawan, kemarin, menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ambruknya Jembatan Ulee Raket. Namun begitu, ekses kejadian itu membuat transportasi menjadi terganggu.

“Untuk sementara waktu, jalan menuju ke kawasan Pante Ceureumen dialihkan melalui jalan melewati jembatan Keude Aron. Karena, saat ini Jembatan Ulee Raket tidak dapat dilewati,” tandas Kapolsek Pante Ceureumen.

Peristiwa robohnya jembatan rangka baja Ulee Raket mendapat atensi kalangan DPRK Aceh Barat. Sejumlah anggota dewan pun terjun meninjau ke lokasi, seperti Ketua DPRK, Ramli SE, Ketua Komisi C Herman Abdulah, anggota Nurhayati. Turut pula anggota DPRA asal Aceh Barat, Zaenal Abidin.

Kalangan DPRK menyatakan, persoalan Jembatan Ulee Raket itu sudah berulangkali disampaikan pihaknya untuk ditangani, tetapi terkesan kurang mendapat respons dari Pemkab. “Pemkab mulai mengusulkan dalam RAPBK 2019, sehingga menjadi terlambat,” tukas Herman. “Untuk saat ini, harus disikapi segera soal jembatan roboh itu. Ini menyangkut jalur transportasi ke Pante Ceureumen,” imbuh dia.

Anggota DPRA, Zaenal Abidin menambahkan, perbaikan abutment Jembatan Ulee Raket sebenarnya sudah pernah diusulkan melalui dana APBA 2018 oleh Pemkab Aceh Barat. Namun, karena APBA 2018 disahkan melalui Pergub (Peraturan Gubernur), maka usulan itu tidak dapat direalisasikan. “Tentu, jembatan roboh ini tidak boleh dibiarkan lama, sehingga warga tidak terisolir lama,” tandasnya.(riz)

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Bukhari, kemarin, juga turun ke lokasi jembatan roboh. Menurut dia, pihak dinas turun ke lokasi untuk memastikan langkah yang akan dilakukan, yakni apakah akan dibangun baru atau memperbaiki jembatan yang sudah ada. “Kami siapkan dua opsi, bangun baru atau perbaiki jembatan lama. Kita rencanakan pada tahun 2019, akan segera ditangani, apakah melalui APBK atau memakai dana otsus. Yang pasti, pemkab akan menanggulangi jembatan ini,” tegas Bukhari.

Ia menerangkan, pihaknya juga sudah melihat dua lokasi baru untuk pembangunan jembatan, yaitu di Pasi Ara atau tetap dalam kawasan Ulee Raket. “Tentu, bila dibangun baru harus lokasi yang bagus, tidak seperti yang ada saat ini rentan digerus erosi ketika Krueng Meureubo dilanda banjir besar,” pungkasnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved