Lima ABG Keroyok Penjual Somai di Lhokseumawe, Ikut Rampas HP dan Sejumlah Uang

Lima anak baru gede (ABG), semuanya di bawah 17 tahun, dilaporkan mengeroyok seorang penjual somai, Rivaldi (25) di sebuah sudut Kota Lhokseumawe,

Lima ABG Keroyok Penjual Somai di Lhokseumawe, Ikut Rampas HP dan Sejumlah Uang
instagram makassar_iinfo
ILUSTRASI -- Beredar video seorang guru yang tampak berusia paruh baya dirundung (di-bully, -red) para siswa. 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Lima anak baru gede (ABG), semuanya di bawah 17 tahun, dilaporkan mengeroyok seorang penjual somai, Rivaldi (25) di sebuah sudut Kota Lhokseumawe, Senin (12/11/2018) jelang siang.

Sejumlah uang dan satu unit handphone (HP) dirampas.

Beberapa jam setelah kejadian, atau pukul 21.00 WIB, polisi pun berhasil menangkap tiga ABG selaku terlapor, sedangkan dua lagi masih dalam pengejaran.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim Iptu Riski Adrian, menjelaskan, sesuai keterangan dari korban, kejadian ini berawal pada Sabtu (10/11/2018) sore.

Saat itu seorang terlapor (masih dalam pencarian) membeli somai Rp 5.000.

Lalu anak itu pun meminta lebih satu tahu, tapi Rivaldi yang merupakan warga Banda Sakti, Lhokseumawe, menolak memberikannya.

Baca: Viral Video Guru Dikeroyok Sejumlah Siswa, Kepala Sekolah Klarifikasi dan Sebut Hanya Candaan

Baca: Diwarnai Letusan Senjata Api, Polisi Bekuk Dua Penculik ABG di Aceh Utara

“Karena tidak diberikan, terlapor sempat marah dan mengancam,” kata Iptu Riski.

Pada Minggu (11/11/2018) pagi, Rivaldi sempat bertemu dengan terlapor di kawasan waduk Kota.

Rivaldi memanggil anak tersebut dengan tujuan ingin menyelesaikan persoalan agar tidak berlarut.

Tapi terlapor malah lari.

Sehingga pada Senin jelang siang, terlapor pertama, bersama empat rekannya yang lain datang ke lokasi penjualan somai Rivaldi.

“Ketiga anak-anak itu pun mengeroyok pelapor hingga membuat wajahnya lebam dan berdarah. Saat terjadi pengeroyokan, seorang terlapor sempat mengambil uang dan Hp korban. Selanjutnya mereka pun kabur,” ujar Iptu Riski.

Setelah pihaknya mendapatkan laporan, maka langsung melakukan pengejaran.

“Sementara ini yang berhasil kita tangkap tiga terlapor. Dua anak-anak lagi, masih dalam pencarian,” demikian Iptu Riski. (*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved