Irigasi Alue Tho belum Diperbaiki

Irigasi atau Daerah Irigasi (DI) Alue Tho di Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya

Irigasi Alue Tho belum Diperbaiki
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Tanggul bendungan dan kolam lumpur Daerah Irigasi (DI) Alue Thoe di Desa Krueng Panto, Kuala Batee, Abdya, hancur diterjang banjir. 

* Padahal Segera Memasuki Musim Tanam

BLANGPIDIE - Irigasi atau Daerah Irigasi (DI) Alue Tho di Gampong Krueng Panto, Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya) yang rusak akibat dihantam banjir, 4 Oktober 2018, hingga kini belum diperbaiki, padahal sudah memasuki Musim Tanam (MT) Rendengan 2018-2019. Akibatnya ratusan hektare (ha) sawah di Gampong Krueng Panto dan Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee, terancam gagal tanam.

Seperti diketahui Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya sudah menetapkan jadwal turun ke sawah MT Rendengan 2018/2019 dimulai pekan II November 2018 yang diawali kenduri ulee lhueng.

“Jika kerusakan parah irigasi Kulam Bak Ara (Irigasi Alue Tho) tak segera ditangani secara darurat, maka areal sawah di Gampong Krueng Panto dan Blang Makmur tak bisa digarap untuk musim tanam kali ini,” kata Pj Keuchik Krueng Panto, Tgk Mawardi Adaf, ketika dihubungi Serambi, Selasa (13/11).

Mawardi menyebutkan sawah produktif dalam dua gampong tersebut sekitar 200 ha dan sumber air hanya dari Irigasi Alue Tho. Hal yang sama juga dijelaskan, Syamsuir, warga Gampong Krueng Panto kepada Serambi, kemarin. Menurutnya, masa panen tanaman padi MT Gadu 2018 di kawasan dua gampong tersebut hampir tuntas, namun segera turun ke sawah untuk MT Rendengan 2018/2019. Tapi, para petani resah karena kebutuhan air untuk menggarap sawah tidak tersedia setelah kerusakan hebat DI Alue Tho.

“Para petani mengharapkan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya segera melakukan penanganan darurat kerusakan tersebut, sehingga petani bisa segera turun ke sawah MT Rendengan 2018/2019 sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan di tingkat kabupaten,” kata Syamsuir.

Penanganan darurat yang dimaksudkannya adalah dengan membuat turap dari bahan batang kelapa, kemudian dipancang berjejer pada tanggul bendungan melintang sungai, sehingga air bisa dinaikkan ke mulut saluran irigasi yang kondisinya rusak berat. Sedangkan penanganan permanen tidak mungkin lagi mengingat waktu sangat mendesak.

Pembuatan turap dari bahan batang kelapa di lokasi, menurut Syamsuir, juga bisa menyelamatkan tanggul bendungan yang masih tersisa. Jika tidak, karena curah hujan sangat tinggi sekarang ini dikhawatirkan sarana pengairan tersebut habis total disapu banjir, kemudian tinggal aliran sungai seperti dulu.

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir luapan pada Kamis, 4 Oktober 2018 mengakibatkan DI Alue Tho rusak berat. Seluruh bangunan pengaman tebing di mulut irigasi dan pintu air runtuh, sehingga air dari sungai tidak masuk lagi ke dalam saluran. Suplai kebutuhan air sawah putus total, sementara kebutuhan air untuk tanaman padi MT Gadu 2018 hanya mengandalkan air hujan yang memang curah hujan tinggi saat ini.

Pejabat (Pj) Keuchik Krueng Panto, Tgk Mawardi Adaf, juga mengaku sudah menyampaikan persoalan ini kepada Wakil Bupati (Wabup) Abdya, Muslizar MT, dalam acara pembukaan MTQ di Gampong Pasar beberapa malam lalu, bahkan Mawardi, mengatakan dirinya juga sudah mengusulkan penanganan darurat, jika tidak membuat turap dengan bahan batang kelapa di lokasi bendungan, ada sulusi lain yang dinilai lebih sederhana, yaitu membuka saluran lain sekitar 25 meter melintasi lahan milik warga di sekitar bendungan irigasi. Melalui saluran darurat ini air bisa dialiri ke saluran irigasi setelah aliran sungai dibendung sedikit menggunakan material batu.

Namun untuk menggali saluran darurat itu perlu minta izin terlebih dahulu kepada pemilik tanah. Menanggapi hal itu, Wabup Muslizar, mengatakan segera turun ke lokasi untuk melihat tindakan cepat yang bisa dilakukan. “Bupati sudah memerintahkan musim tanam harus terlaksana. Bila ada kendala, maka segera diatasi,” kata Mawardi mengutip janji Wabup. (nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved