Rambutnya Dipotong oleh Pihak Sekolah, Seorang Anak Laki-laki Diduga Bunuh Diri

Dalam satu posting yang dikeluarkan sehari setelah pemotongan rambut, Bi menulis bahwa dia tidak akan pergi ke sekolah kecuali sang guru meninggal.

Rambutnya Dipotong oleh Pihak Sekolah, Seorang Anak Laki-laki Diduga Bunuh Diri
SCMP
Rambutnya dipotong oleh sekolah, remaja diduga bunuh diri. 

 
"Kepala sekolah, setelah mendapatkan persetujuan dari siswa dan orangtuanya, membawanya ke penata rambut. Dia mendapat potongan rambut yang dipotong pendek, bukan rambut kepala yang dibotak," kata sebuah pernyataan dari sekolah.

"Dan setelah itu, baik siswa maupun orangtuanya tidak mengeluh [ke sekolah]."

Baca: Lagi, 8 TKI Aceh Kabur dari Malaysia, Jalan Kaki Tiga Hari Tiga Malam Lewati Hutan sampai ke Kalbar

Namun, menurut screenshot dari posting media sosial, Bi secara luas berbagi secara online, Bi mengeluh tentang tampilan barunya.

Dalam satu posting yang dikeluarkan sehari setelah pemotongan rambut, Bi menulis bahwa dia tidak akan pergi ke sekolah kecuali sang guru meninggal.

Baca: Alihkan Perhatian Dunia dari Kasus Khashoggi, MBS Diduga Bujuk Israel Serang Gaza

Menurut pesan antara guru dan orangtuanya yang dikutip oleh Modern Express, orangtua Bi bekerjasama dengan guru untuk membujuknya kembali ke sekolah.

"Dia mengatakan dia memiliki potongan rambut yang buruk sehingga dia tidak bisa tampil di depan umum."

Baca: Alihkan Perhatian Dunia dari Kasus Khashoggi, MBS Diduga Bujuk Israel Serang Gaza

"Saya sedang mengusahakannya. Dia keras kepala," tulis satu pesan WeChat yang diyakini berasal dari ayah Bi kepada gurunya.

Sekolah-sekolah China sering dikritik karena disiplin ketatnya yang dikenakan para siswa, termasuk aturan ketat tentang potongan rambut.

Baca: Medco dan BPMA Ajak Insan Pers Ciptakan Iklim Invetasi yang Kondusif

Setahun yang lalu, lebih dari 170 siswa laki-laki dari sekolah kejuruan di Shenzhen dilaporkan telah dipaksa untuk memotong rambut sebagai bagian dari program pelatihan militer, memicu kritik publik bahwa sekolahitu tidak sopan.

Terkadang disiplin ketat ini telah menyebabkan tragedi.

Baca: Sempat Tertunda, KIP Tetapkan Jumlah Pemilih Aceh pada Pemilu 2019, Ini Totalnya

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved