Universitas Abulyatama akan Terapkan Kurikulum Kedokteran Islami, Ini Kata Wali Nanggroe

Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh (FK Unaya) berencana untuk menerapkan kurikulum kedokteran berbasis Islam di kampus tersebut.

Universitas Abulyatama akan Terapkan Kurikulum Kedokteran Islami, Ini Kata Wali Nanggroe
SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRIADI
Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar foto bersama civitas akademika FK Unaya serta peserta FGD lainnya, Rabu (14/11/2018) di Banda Aceh. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Aceh (FK Unaya) berencana untuk menerapkan kurikulum kedokteran berbasis Islam di kampus tersebut.

Wacana tersebut terungkap dalam focus group discussion (FGD) yang dihadiri Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al-Haythar di Ruang Pertemuan Restoran Bunda, Banda Aceh, Rabu (14/11/2018).

Membuka diskusi, Dekan FK Unaya, dr Fachrul Jamal SpAn KIC menyampaikan bahwa pihaknya tengah mendesain kurikulum FK Unaya yang berbasis Islami. Untuk itu dibutuhkan saran dan pendapat dari berbagai kalangan dalam pembuatannya, yang mana ditargetkan aplikatif di Unaya pada 2019 nanti.

“Kami ingin menciptakan dokter yang tak hanya berkemampuan emergency yang lebih baik, tetapi juga menerapkan nilai keislaman dalam pelayanannya,” kata Fachrul.

Baca: Fachrul Jamal Dekan FK Unaya

Mantan direktur RSUZA Banda Aceh itu menjelaskan, rencananya materi tentang keislaman itu bukan berbentuk satu mata kuliah, melainkan disisip di tiap mata kuliah kedokteran.

Selain itu, aktivitas perkuliahan harus dalam nuansa keislaman seperti mengucap salam, memulai dengan bismilah, dan baca Alquran di tiap pertemuan.

“Lewat lulusan FK Unaya, kita akan mewujudkan pelayanan medis bersyariah di Aceh,” jelasnya.

Menanggapi rencana itu, Wali Nanggroe Malik Mahmud mendukung penuh penerapan kurikulum kedokteran bersyariah di Unaya.

Menurutnya, nilai keislaman harus tercermin dalam sikap dan tindakan tenaga medis di Aceh saat melayani masyarakat.

”Kita bisa bikin standar yang lebih baik lagi karena kita punya keistimewaan itu. Bukan nomor 1, tapi nomor 1 plus,” kata Malik Mahmud bersemangat.

Hadir pula dalam diskusi itu Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh diwakili Kasi Prasarana dan Sarana, Fikri, Wadir RSUZA Banda Aceh, dr Rusdi Andid SpA, Direktur RSPUR, dr Rahmad MARS, dosen senior FK Unaya, dr Syarifuddin, dan lainnya (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved