8 TKI Aceh Kabur dari Malaysia & Telantar di Kalbar, Haji Uma Minta Hal Ini ke Kapolres Aceh Tamiang

Haji Uma sudah menghubungi Kapolres Aceh Tamiang dan meminta pihak kepolisian menyelidiki agen TKI ilegal yang beroperasi di kabupaten itu.

8 TKI Aceh Kabur dari Malaysia & Telantar di Kalbar, Haji Uma Minta Hal Ini ke Kapolres Aceh Tamiang
IST
DELAPAN TKI asal Aceh tiba di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimatan Barat setelah kabur dari perkebunan Kota Miri, Malaysia, Rabu (14/11). 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma sudah menghubungi Kapolres Aceh Tamiang dan meminta pihak kepolisian menyelidiki agen TKI ilegal yang beroperasi di kabupaten itu.

Permintaan itu disampaikan Haji Uma setelah kembali menerima informasi ada delapan TKI asal Aceh telantar di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimatan Barat (Kalbar) perbatasan Indonesia-Malaysia.

Delapan TKI tersebut merupakan warga Aceh Tamiang.

Sebelumnya, ada 11 TKI Aceh Tamiang yang juga telantar di Entikong, Kalbar setelah kabur daru hutan Malaysia.

“Kita sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak bukan hanya untuk pemulangan TKI tersebut, tapi harus ada proses hukum terhadap pelaku yang menipu mereka,” ujar Haji Uma.

Dalam komunikasi dengan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian, Haji Uma meminta polisi menyelidiki agen yang disebut-sebut bernama Hengki.

“Kita minta kepada Pak Kapolres Aceh Tamiang untuk menyelidikinya, apalagi ini kasus kedua, sehingga kita harapkan nantinya tak ada lagi warga Aceh yang tertipu dengan pria agen ilegal tersebut,” katanya.

Ditipu Agen TKI, Begini Nasib 11 Warga Aceh di Kalimantan Barat, Haji Uma Upayakan Pemulangan

Lagi, 8 TKI Aceh Kabur dari Malaysia, Jalan Kaki Tiga Hari Tiga Malam Lewati Hutan sampai ke Kalbar

Ini Identitas 8 TKI Aceh yang Kabur dari Malaysia dan Telantar di Entikong

Diberitakan sebelumnya, 11 warga Aceh yang diduga korban penipuan agen TKI ilegal sudah beberapa hari telantar di perbatasan wilayah Malaysia-Indonesia, kawasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Sehari setelah diperoleh kabar itu, diperoleh kabar baru ada delapan lagi TKI Aceh yang senasib dengan 11 TKI sebelumnya.

Kondisi TKI tersebut sangat memprihatinkan, karena sudah tidak memiliki biaya untuk pulang ke Aceh.

Haji Uma mengaku sangat prihatin, dan meminta staf ahlinya Muhammad Daud berkomunikasi dengan Kantor Daerah DPD RI di Pontianak, untuk menjemput TKI tersebut dari Polsek ke Kantor Daerah DPD RI Pantianak.

Nova Iriansyah Sebut Ada 4 Sektor di Pemerintahan Rawan Korupsi, Salah Satunya di Rekrutmen Pegawai

Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun, Mantan Kombatan GAM Amat Kostrad Meninggal Dunia

Terkait Polemik Lembaga Wali Nanggroe, Apa Karya: Meunyoe Hana Galak Keu Supe bek Tatot Moto

Haji Uma mengungkapkan, TKI tersebut dibawa ke kawasan Miri, Malaysia, oleh agen TKI ilegal, sebulan yang lalu untuk bekerja di sebuah perusahaan perkebunan.

Mereka dijanjikan gaji 4.000 ringgit Malaysia (RM) per bulan.

Namun, ternyata mereka hanya digaji 55 RM per bulan, dan para TKI memutuskan kabur dari lokasi kerja karena merasa tertipu.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved