Massa Demo Kantor Bupati Aceh Barat

Ratusan masyarakat dan mantan aparat desa dari empat kecamatan di Aceh Barat demo ke kantor bupati Aceh Barat

Massa Demo Kantor Bupati Aceh Barat
Ramli MS, Bupati Aceh Barat

* Minta Aktifkan Lagi 30 Keuchik yang Dipecat

MEULABOH - Ratusan masyarakat dan mantan aparat desa dari empat kecamatan di Aceh Barat demo ke kantor bupati Aceh Barat di Meulaboh, Rabu (14/11). Massa menuntut pengangkatan kembali 30 keuchik yang dipecat oleh Bupati Ramli MS.

Informasi yang dihimpun Serambi, massa datang dari empat kecamatan, yaitu Woyla, Kaway XVI, Samatiga, dan Arongan Lambalek. Mereka membawa sound system dan tulisan-tulisan kritis di spanduk, karton, dan media lainnya.

Sebenarnya massa ingin menemui langsung Bupati Ramli MS, namun yang bersangkutan sedang di luar daerah. Warga dengan meneriakkan yel-yel akhirnya diterima Wakil Bupati, H Banta Puteh Syam. Massa dikawal aparat kepolisian yang dipimpin Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa.

Massa secara bergantian menyampaikan orasi antara lain mempersoalkan kebijakan aneh Bupati Ramli MS yang memecat keuchik dengan dalih temuan inspektorat. Temuan itu dipaksakan dan diganti dengan orang-orang lain dengan menunjuk Pjs (Pejabat sementara). Padahal dalam hukum sudah jelas ketika status tersangka baru boleh dinonatifkan atau diberhentikan. “Ini temuan inspektorat menjadi dasar. Aneh kebijakan tersebut di Aceh Barat. Apalagi yang dipecat kini hingga 30 orang,” kata koordinator aksi, Sofyan Suri.

Dikatakannya, masyarakat meminta bupati supaya mengangkat kembali keuchik-keuchik yang telah dipecat dan menolak para Pjs yang telah dilantik serta meminta tidak lagi main asal pecat yang ujung-ujungnya diganti dengan orang-orang dekat bupati. “Selain kepada bupati, kami meminta DPRK ikut membantu keuchik yang dipecat karena mereka adalah pilihan rakyat,” katanya.

Massa juga meminta kepolisian mengusut dugaan keterangan palsu dan dokumen yang kini dibawa pada persidangan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) di Banda Aceh. Bahkan ada dugaan Pjs yang dilantik oleh bupati diduga menggunakan ijazah palsu.

Silakan ke PTUN
Setelah menyampaikan orasi, massa diterima Wakil Bupati Banta Puteh Syam di ruang bupati serta digelar pertemuan dengan perwakilan massa.

Wabup Aceh Barat dalam kesempatan itu menyatakan kewenangan pemberhentian atau pelantikan kembali di tangan bupati yang saat sedang di luar daerah.

Wabup mengatakan persoalan keuchik yang sudah diberhentikan silakan ditempuh jalur hukum yakni ke PTUN. “Artinya, apa yang dilakukan oleh pimpinan daerah sudah sesuai dengan aturan berlaku,” kata Banta Puteh tanpa menyebut aturan mana yang menjadi acuan untuk pemecatan tersebut.

Setelah pertemuan dengan wabup, sekira pukul pukul 17.00 WIB massa kembali membubarkan diri. Namun mereka menyatakan bila dalam waktu dekat tidak ditanggapi akan dilakukan aksi kembali dalam jumlah massa yang lebih besar.

Proses sidang
Informasi yang diperoleh Serambi, sidang PTUN yang dilayangkan keuchik secara ramai-ramai terhadap Bupati Ramli MS terkait pemecatan keuchik masih berlangsung. Saat ini masih dalam pemeriksaan saksi dan persidangan lainnya. Jumlah keuchik yang kini sudah melakukan PTUN terhadap bupati sebanyak 8 orang.

“Masih dalam persidangan. Ada satu lagi yang dalam waktu dekat membuat gugatan. Saat ini sudah 8 orang,” kata Syahrul SH selaku penasihat hukum keuchik.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved