Breaking News:

Merintih Kesakitan Saat Dicambuk, Dua Sejoli Ini Terpaksa Disebat Bertahap Sampai 100 Kali

Dua dari enam pelaku khalwat berat yang dieksekusi yakni Musliadi (21) dan Yusrina (18) dengan 100 kali cambukan terpaksa disebat bertahap.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Personel Satpol PP dan WH Pidie mengawal salah satu dari enam terpidana dalam menjalani hukuman cambuk di Majid At-Taqwa, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie, Kamis (15/11/2018). 

Laporan  Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dua dari enam pelaku khalwat berat yang dieksekusi yakni Musliadi (21) dan Yusrina (18) yang menerima cambukan 100 kali terpaksa disebat secara bertahap.

Pasalnya, kedua pelaku ini tak mampu menahan sebatan cambuk.

Kedua sejoli yang ditangkap saat dimabuk cinta ini harus mempertangungjawabkan perbuatannya dengan masing-masing100 kali cambukan.

Prosesi cambukan kedua pasangan remaja ini mendapat antusias dari warga. 

Proses cambuk terpaksa dihentikan beberapa kali. 

Seperti yang dialami Yusrina. Ia tak merintih kesakitan sehingga eksekutor menghentikan pada sebatan ke-11.

Demikian juga halnya Musliadi. Algojo terpaksa berhenti pada sebatan ke-25 karena tak mampu menahan hempasan sebatan rotan yang didaratkan pada pungungnya.

"Kedua pelanggar syariat ini secara bergantian disebat hingga selesai 100 kali,"ujar Kasatpol PP Pidie, Drs Iskandar Abbas kepada Serambinews.com, Kamis (15/11/2018) petang.

Dalan pelaksanaan eksekusi cambuk ini, secara keseluruhan pelaku yang menjadi sasaran yaitu enam pelanggaran syariat islam di Kabupaten Pidie yang terlibat dalam khalwat.

Empat terpidana diantaranya yang dicambuk  masing-masing 30 kali yaitu  M Yusuf (60), Ben Hamid (53), Nurwani Malek (41) dan Amri Yusuf (30).

"Seluruh terpidana dicambuk sebanyak 320 kali," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved