Warga Meksiko Bakar Hidup-hidup 2 Orang hingga Tewas Akibat Termakan Isu Hoaks Penculikan di Grup WA

Rumor tersebut tidak benar, tetapi segerombolan orang membakar mati dua pria sebelum seorangpun memeriksa kebenarannya.

Warga Meksiko Bakar Hidup-hidup 2 Orang hingga Tewas Akibat Termakan Isu Hoaks Penculikan di Grup WA
ENFOQUE
Penduduk mengacungkan telepon genggam untuk merekam saat Ricardo dan Alberto dibakar. 

Keduanya mengatakan mereka pergi ke pusat kota hari itu untuk membeli bahan bangunan guna menyelesaikan pembuatan beton sumur air.

Baca: Selain Sticker WhatsApp, Ini Fitur Menarik Lainnya di WhatsApp yang Wajib Kamu Ketahui

Baca: VIDEO - Terkait Lembaga Wali Nanggroe, Malik Mahmud Sebut Ada Pihak yang Tidak Mengerti Mou Helsinki

Polisi mengatakan tidak terdapat bukti kedua pria itu melakukan kejahatan. Adapun mereka dibawa ke pos karena "mengganggu ketertiban" setelah didatangi penduduk setempat.

Tetapi kerumunan di luar kantor polisi di Reforma Street mengartikan kehadiran kedua pria tersebut dalam versi berbeda, dibumbui cerita yang yang asalnya tidak jelas dan menyebar lewat pesan pribadi WhatsApp.

"Semua orang harap waspada karena adanya wabah penculikan anak di negara ini," tulis pesan yang berpindah dari satu telepon selular ke telepon selular lainnya.

"Seperti para penjahat ini yang terlibat dalam perdagangan organ tubuh... Dalam beberapa hari terakhir, anak berumur empat, delapan dan 14 tahun menghilang dan sebagian anak ini ditemukan meninggal dengan organ tubuh yang dicabut. Perut mereka dibuka dan dikosongkan."

Karena terlihat di dekat sekolah dasar bernama San Vicente Boqueron, Ricardo dan Alberto kemudian dianggap sebagai penculik anak.

Mereka menjadi korban ketakutan yang dirasakan masyarakat akibat hoax. Berita penangkapan mereka memang menyebar bersamaan dengan desas-desus penculik anak.

Baca: Miliki Ganja 90 Bungkus, Warga Lawe Alas Diamankan Satresnarkoba Polres Agara

Kerumunan orang mendatangi kantor polisi, sebagian karena dipanas-panasi Francisco Martinez atau "El Tecuanito", orang yang sudah lama tinggal di Acatlán.

Menurut polisi, Martinez adalah salah satu orang yang menyebarkan pesan di Facebook dan Whatsapp, yang menuduh Ricardo dan Alberto. Di luar kantor polisi, dia mulai melakukan 'siaran langsung' pada Facebook lewat teleponnya.

"Penduduk Acatlán de Osorio, Puebla, tolong berikan dukungan Anda, berikan dukungan Anda," katanya di depan kamera. "Percaya kepada saya, penculiknya sekarang ada disini."

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved