Pertamina Usul Tambah Solar

Kelangkaan solar bersubsidi yang kerap terjadi di dua stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di Lampulo Banda Aceh

Pertamina Usul Tambah Solar
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Ratusan jeriken antre di SPDN (Solar Paket Dialer untuk Nelayan) Koperasi Perikanan Rehabilitation and Empowermant of South West Coast of Aceh (Koperkan REFCA) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Abdya 

BANDA ACEH - Kelangkaan solar bersubsidi yang kerap terjadi di dua stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) di Lampulo Banda Aceh, masih belum terselesaikan. Kamis (15/11) pihak PT Pertamina (Persero) melalui Sales Eksekutif Retail Pertamina Banda Aceh, Dimas Wardoyo, melakukan pertemuan dengan pihak Syahbandar dan Kepala UPTD PPS Kutaradja Lampulo.

Pertemuan yang digelar di Kantor UPTD PPS Kutaradja Lampulo, membahas persoalan kelangkaan solar bersubsidi yang kerap dikeluhkan para nelayan. Dimas menyebutkan, kuota solar bersubsidi yang diberikan kepada dua SPBN di Lampulo per bulannya sekitar 320 kilo liter (KL). Padahal, kebutuhan solar bersubsidi untuk 250 boat nelayan berukuran 1-30 GT yang ada di Pelabuhan Lampulo mencapai 530 KL/bulan atau 210 KL.

Terhadap kekurangan itu, Dimas menyatakan akan mengusulkannya ke Pertamina Medan. “Penambahan itu sendiri tak bisa dilakukan bulan ini, karena pihak Pertamina Medan akan melakukan survei ulang terhadap kebutuhan tambahan yang diusul,” jelasnya.

Menurut Dimas, kekurangan solar bersubsidi tidak saja terjadi di SPBN Lampulo, tapi juga di beberapa Pelabuhan Perikanan di sejumlah kabupaten/kota, seperti di Aceh Barat Daya, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Bireuen dan beberapa daerah lainnya.

Dia mengatakan, pada bulan-bulan tertentu tebusan solar bersubsidi dari pemilik SPBN sangat rendah dari kuota yang diberikan. “Misalnya menjelang bulan puasa dan Idul Fitri dan Idul Adha, serta pada saat musim badai. Tapi bulan lainnya, permintaan solar subsidi sangat tinggi,” tambah Dimas.

Syahbandar PPS Lampulo, Tomi dan Kepala UPTD PPS Lampulo, Nur Mahdi menyambut positif rencana pihak Pertamina yang akan mengusulkan penambahan solar bersubsidi untuk dua SPBN yang ada di Lampulo. Mereka berharap tak hanya kekurangan sebesar 210 KL untuk kedua SPBN, tapi juga menambah 20 persen lagi solar bersubsidi untuk kebutuhan boat dari daerah lain berukuran 20-30 GT, yang sandar di PPS Lampulo untuk menjual hasil tangkapan.

Baik Toni maupun Nur Mahdi mengatakan, saat musim ikan--November-Februari, jumlah boat dari luar Banda Aceh dan Aceh Besar, yang membongkar ikan hasil tangkapan ke Dermaga PPS Lampulo sangat banyak, antara 50-60 unit. “Mereka juga butuh solar untuk kembali ke pangkalan. Untuk itu, diperlukan tambahan kuota solar subsidi per tahun 20 persen dari kebutuhannya,” keduanya.

Kepala Unit Pelaksana Tehnis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja, Lampulo, Nur Mahdi mengatakan, boat-boat tangkap ikan ukuran 1-30 GT yang ingin membeli solar bersubsidi ke SPBN Lampulo, harus mendapat rekomendasi dari pihaknya.

Persyaratan untuk mendapat rekomendasi beli solar subsidi seharga Rp 5.150/liter bagi boat-boat nelayan ukuran 1-30 GT, sebut Nur Mahdi, boat yang bersangkutan harus memiliki Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan Kapal (STBLKK), kedua foto kopi surat izin penangkapan ikan (SIPI/SIKPI) atau bukti pencatatan kapal dengan menunjukkan aslinya, ketiga foto copi surat laik operasi (SLO), keempat foto kopi surat persetujuan berlayar (SPB), kelima estimasi produksi trif, ketujuh jadwal rencana pengisian minyak solar, kedelapan estimasi sisa minyak solar yang ada dikapal dan kesembilan daftar anak buah kapal (ABK) yang telah disahkan Syahbandar.

Persyaratan untuk mendapatkan rekomendasi bisa beli solar subsidi bagi boat nelayan itu, kata Nur Mahdi, cukup ketat, sehingga jika ada boat yang melakukan penyelewengan penggunaan minyak solar subsidi itu, resiko dan hukuman yang akan dikenakannya cukup berat. “Kalau ketahuan menyalahgunakan solar subsidi itu, semua izin-izin operasi kapal dan lainnya dibekukan, dan yang bersangkutan diproses secara hukum pidana,” ujar Nur Mahdi.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved