GeRAK Ungkap Dugaan Pungli Dana Hibah untuk Pesantren

Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengungkapkan fakta mengejutkan

GeRAK Ungkap Dugaan Pungli  Dana Hibah untuk Pesantren
SERAMBINEWS.COM
Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK), Askhalani 

BANDA ACEH - Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengungkapkan fakta mengejutkan tentang adanya dugaan kutipan ilegal atau pungli yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Modus operandinya adalah pemotongan dana bantuan hibah tahun 2018 yang diperuntukkan bagi pesantren sebesar Rp 15 juta per pesantren. Menurut Askhalani, bantuan hibah yang diterima pesantren bervariasi mulai Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.

“Kami sedang mendalami adanya pungli bantuan hibah untuk pesantren dari Badan Dayah Aceh. Kita menemukan fakta, uang yang seharusnya diterima oleh teungku Rp 500 juta, tapi dipotong dengan alasan uang administrasi,” katanya.

Pernyatan itu disampaikan Askhalani saat menjadi pembicara pada seminar Hari Antikorupsi se-Dunia di Kampus Poltekes Kemenkes Aceh di Aceh Besar, Kamis (16/11). Hal itu disampaikan di depan Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif dan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Askhalani yang ditanyai Serambi kemarin menyatakan, ada 10 pesantren di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang menjadi korban pengutipan oknum pejabat dari provinsi. Praktik itu tentu sangat berbahaya bagi Pemerintah Aceh yang sedang mencoba keluar dari proses yang tidak bagus.

Aktivis antikorupsi ini mengungkapkan, pengutipan itu dilakukan sebelum pembangunan pesantren dimulai. “Kutipan dilakukan dimuka, masing-masing pesantren diminta Rp 15 juta. Kita mempertanyakan pengutipan itu,” tegasnya.

Koordinator GeRAK itu juga menyebutkan bahwa praktik korupsi saat ini sudah merambah dinas yang mengelola dana keumatan. “Mungkin selama ini dinas-dinas tersebut tidak mendapat perhatian serius dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Karena itu, Askhalani mendorong Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk melakukan kajian dengan membentuk tim untuk mengusut perkara dugaan pungli ini. Dia juga meminta Plt Gubernur mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

“Karena praktik ini mengganggu proses pemerintahan yang baik sebagaimana harapan publik. Kita mendorong Inspektorat Provinsi Aceh untuk melakukan pendalaman materi terhadap potensi dugaan ini,” harap Askhalani.

Tunjuk oknumnya
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny meminta kepada GeRAK untuk segera menunjukkan oknum yang diduga telah melakukan pemotongan dana hibah untuk pesantren agar dapat segera diproses sesuai ketentuan berlaku.

“Bantuan GeRAK menunjukkan pelaku pungli ini akan kami apresiasi, karena ini semua akan sangat membantu kami mengambil langkah tegas. Karena semakin lama dugaan ini tidak segera dibuktikan akan mengakibatkan masyarakat terus bertanya dan merugikan citra Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang telah diamanahi Gubernur Aceh melakukan pembinaan dan pengembangan dayah Aceh,” ujar Usamah.

Di sisi lain, Usamah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada GeRAK yang telah ikut memantau dan mengawasi realisasi anggaran di Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Partisipasi ini, katanya, tentu sangat membantu pihaknya untuk memastikan semua program/kegiatan di dinas tersebut berjalan sesuai ketentuan berlaku.

Di samping mengapresiasi pengawasan yang dilakukan GeRAK, Usamah juga mengaku kurang nyaman dengan pernyataan GeRAK terkait adanya dugaan pengutipan yang dilakukan oknum pejabat provinsi dan praktik itu sangat berbahaya bagi Pemerintah Aceh yang sedang mencoba keluar dari proses yang tidak bagus.

Kalimat itu, menurut Usamah seakan sengaja membangun image publik bahwa oknum yang diduga melakukan pungli tersebut benar dan sahih dari Dinas Dayah Aceh. Padahal semua itu masih praduga yang memerlukan pembuktian.

“Karena dalam situasi seperti ini, dapat saja ada oknum di luar Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang mengatasnamakan Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” demikian Usamah.(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved