Polresta Banda Aceh Bongkar Sindikat Peredaran Sabu dari Rutan

Terbongkarnya jaringan narkoba yang dikendalikan oleh napi dari dalam rutan itu berawal dar penangkapan MR (42), warga Kecamatan Ulee Kareng.

Polresta Banda Aceh Bongkar Sindikat Peredaran Sabu dari  Rutan
SERAMBINEWS.COM/FOTO DOKUMEN POLTABES BANDA ACEH
Barang bukti sabu dari tersangka 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Personel Opsnal Satuan Narkoba Polresta, Banda Aceh, membongkar jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan seorang narapidana (napi) yang berstatus tahanan di satu rutan di Aceh Besar, Jumat (16/11/2018).

Baca: Bendera Merah di MotoGP Valencia 2018, Tahukah Anda? Ini Arti Warna Bendera Peringatan pada MotoGP

Terbongkarnya sindikat besar peredaran gelap narkoba yang dikendalikan napi berinisial AH itu berawal dari penangkapan empat pengguna dan pengedar barang haram tersebut di luar rutan.

Baca: Kritisi Perwal P-APBK Subulussalam karena Berpotensi Bancakan, MaTA: DPRK Juga Patut Dicurigai

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, melalui Kasat Narkoba AKP Budi Nasuha Waruwu SH, mengatakan terbongkarnya jaringan narkoba yang dikendalikan oleh napi dari dalam rutan itu berawal dari penangkapan MR (42), warga Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh.

MR ditangkap di satu warung nasi di Jalan Prof Ali Hasjmy, Ulee Kareng, pada Jumat (16/11/2018) sore, sekitar pukul 15.30 WIB, berdasarkan informasi masyarakat.

Baca: 80 Tahun Menunggu, Nenek Ini Terima Sertifikat Sarjana Setelah Melewati Usia 1 Abad

Dari penangkapan MR, kata AKP Budi, petugas menemukan sabu-sabu 0,23 gram yang disimpan di saku celana kiri tersangka.

"Hasil interogasi MR mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari Fa (30), warga Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Lalu, pukul 18.30 WIB, dilakukan pengembangan dan Fa berhasil ditangkap di satu warung bakso di Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh dan berhasil kami amankan 1,30 gram sabu dari tersangka," ungkap AKP Budi, kepada Serambinews.com, Minggu (18/11/2018).

Baca: 2 Juta Orang Dimusnahkan dengan Tujuan Mengembalikan Dunia Moderen ke Tahun Nol

Dari penangkapan MR dan Fa, petugas kembali melakukan pengembangan. Dari keterangan Fa, pihaknya mendapati pelaku lain, berinisial Er (34), pria asal Lhoknga yang selama ini masuk daftar pencarian orang (DPO) Satuan Narkoba Polresta.

Baca: PORA XIII 2018 - Petenis Tuan Rumah Aceh Besar Tampil Memuaskan Setelah Taklukkan Lawannya

"Er, diringkus di hari yang sama, sekitar pukul 22.00 WIB di Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Dari tangan Er, diamankan 1,50 gram sabu. Lalu, Er, mengaku ikut mendistribusikan sabu-sabu kepada Sa (23), warga Lhoknga dan juga berhasil ditangkap di hari yang sama, sekitar pukul 23.45 WIB, di desanya. Dari tangan Sa, diamankan 1,6 ons sabu-sabu," ungkap Budi.

Dari penangkapan Sa, pemuda Lhoknga itu, membeberkan sabu 1,6 ons itu milik Er, sehingga petugas kembali menginterogasi Er.

Baca: Abu Mudi, Waled Nu, Abu Paya Pasi, dan Sejumlah Nama Masuk Bursa Calon Ketua HUDA 2018-2023

"Er, akhirnya mengungkapkan seluruh sabu-sabu yang ada pada pelaku, termasuk yang ada pada Sa dibeli puluhan juta dari AH, seorang napi yang masih ditahan di satu rutan Aceh Besar, " sebutnya AKP Budi.(*)

Berita selengkapnya baca Harian Serambi Indonesia edisi Senin (19/11/2018).

Penulis: Misran Asri
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved