Rehab Jembatan Roboh Harus Perioritas

Ketua Komisi C DPRK Aceh Barat, Herman Abdullah SE menyatakan, lima anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil)

Rehab Jembatan Roboh Harus Perioritas
SERAMBI/RIZWAN
JEMBATAN rangka baja Ulee Raket di Sawang Teube, Kaway XVI, Aceh Barat roboh menyebabkan transportasi dari Kaway XVI ke Pante Ceureumen lumpuh total 

MEULABOH - Ketua Komisi C DPRK Aceh Barat, Herman Abdullah SE menyatakan, lima anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) Kecamatan Pante Ceureumen dan Kaway XVI sepakat mendesak pemerintah untuk menjadikan penanganan Jembatan Ule Raket sebagai prioritas utama. “Mengingat waktu yang mendesak, maka rehab jembatan yang roboh itu perlu diprioritaskan,” kata Herman Abdullah kepada Serambi, Sabtu (17/11).

Menurutnya, dengan rehab biaya akan lebih rendah karena hanya menguras belasan miliar rupiah untuk menggantikan satu bagian rangka yang tidak dapat digunakan lagi serta membangun abutment pada satu sisi. “Namun, bila bangun baru diperkirakan akan menguras dana sekitar Rp 60 miliar dan itu terlalu besar. Selain anggaran besar, juga waktu pembangunannya akan lama hingga bertahun-tahun,” ulasnya.

Ia menyatakan, persoalan itu akan dibahas dalam sidang DPRK dengan dinas terkait, sehingga bisa segera disikapi mengingat keberadaan jembatan tersebut sangat mendesak agar transportasi darat dari Pante Ceureumen ke Kaway XVI atau sebaliknya, bisa kembali lancar. “Soalnya, sudah sepekan terakhir ini, penduduk Kecamatan Pante Ceureumen menjadi terisolir karena harus menempuh jalan sangat jauh jika ingin ke Kawai XVI atau ke kecamatan lain,” ucap dia.

Meski rehab Jembata Ulee Raket yang roboh mendesak, tukas Herman, pembangunan jembatan baru di kasawan itu juga dibutuhkan. Karena, selama ini jembatan rangka baja yang melintasi Krueng Meureubo tersebut masih terbatas. “Yang banyak hanya jembatan gantung. Makanya, beberapa waktu lalu, pernah diusul pembangunan jembatan rangka baja di Teklep, jalur ke Pante Ceureumen, tetapi belum terealisasi,” tukasnya.

Untuk itu, Ketua Komisi C DPRK Aceh Barat tersebut kembali meminta dinas terkait untuk segera membongkar satu sisi rangka baja sehingga tidak ambruk semua. Mengingat bila roboh total, dipastikan jembatan itu tidak dapat digunakan lagi. Bahkan, ia mengaku sudah menyampaikan kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera dibongkar sisi jembatan yang roboh.

Sementara itu, Plt Kadis PUPR Aceh Barat, Bukhari mengungkapkan, pembongkaran satu sisi jembatan yang roboh itu butuh anggaran. Karena itu, jelasnya, pihak dinas akan membahas dengan pimpinan serta akan disampaikan ke DPRK.

Bukhari juga menegaskan, bahwa penanganan Jembatan Ule Raket menjadi prioritas dinasnya melalui dana tahun 2019. “Dananya bisa melalui APBK atau Otsus (otonomi khusus). Ini perlu kita segerakan sehingga transportasi darat antarkecamatan itu kembali lancar,” tandasnya.

Seperti diberitakan, jembatan rangka baja Ulee Raket di Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat roboh pada Senin (12/11) dinihari lalu. Tidak ada laporan korban jiwa dari insiden robohnya jembatan sepanjang 120 meter itu, tetapi transportasi antarkecamatan tersebit menjadi terganggu.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved