Kajari: Tindak Pidana di Masyarakat tidak Harus Diselesaikan di Pengadilan

Misalnya, pencurian di dalam rumah tangga walaupun ada ranah pidananya, tapi bisa diselesaikan tanpa harus ke pengadilan.

Kajari: Tindak Pidana di Masyarakat tidak Harus Diselesaikan di Pengadilan
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Kejari Aceh Tenggara sosialisasi pemanfaatan peradilan adat sebagaimana diatur dalam Qanun Nomor 9 tahun 2008 di Kantor Kejari Agara, Rabu (21/11/2018). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS. COM/ KUTACANE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara melakukan sosialisasi pemanfaatan peradilan adat sebagaimana yang termuat dalam Qanun Nomor 9 tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat di Kantor Kejari Agara, Rabu (21/11/2018).

Baca: Momen Romantis Saat Deddy Corbuzier Lamar Sabrina Chairunnisa, Berikan Cincin Berlian

Kajari Agara Fithrah SH dalam sambutannya mengatakan, dalam kasus-kasus tertentu selama ini diproses sampai ke tingkat pengadilan.

Baca: Terkait Isu Jatah Rp 200 Juta Per Bulan Untuk Ormas Demi Bungkamkan Kritik, Ini Bantahan BIN

"Misalnya, pencurian di dalam rumah tangga walaupun ada ranah pidananya, tapi bisa diselesaikan tanpa harus ke pengadilan," ujarnya.

Baca: Rapai Geleng Komunitas Saleum Tampil di Borobudur Writers and Cultural Festival 2018

Apalagi saat ini kondisi Lapas Kelas II B Kutacane sudah melebihi penghuni. Ke depan diharapkan kasus-kasus tersebut dapat diselesaikan dengan mekanisme peradilan adat sesuai Qanun Nomor 9 tahun 2008.

Baca: Abusyik Bikin Kaget Pegawai Dishub Pidie, Tunjuk-tunjuk Semak Belukar di Halaman Kantor

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rahmad Har Denny Yanto Eko Sahputro SIK MSI mengatakan keluarga harus lebih intens melakukan pengawasan agar tidak berurusan dengan hukum.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved