Nova Minta APBA Tepat Waktu

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta eksekutif dan legislatif mengesahkan Anggaran Pendapat Belanja Aceh

Nova Minta APBA Tepat Waktu
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah 

BANDA ACEH - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, meminta eksekutif dan legislatif mengesahkan Anggaran Pendapat Belanja Aceh (APBA) 2019 tepat waktu. Menurut Nova, APBA adalah salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan di Aceh. Oleh karena itu, APBA 2019 yang menjadi alat intervensi utama harusnya oleh semua pihak dapat dipastikan dapat disahkan tepat waktu.

“Ini kalau memang APBA diposisikan sebagai alat intervensi utama, sebab Aceh belum bisa berharap pada investasi yang realisasinya baru 61 triliun,” kata Nova Iriansyah dalam arahannya saat membuka rapat koordinasi Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TKP2K), Senin (18/11).

Dalam kesempatan itu, Nova juga mendorong Tim TKP2K untuk bekerja keras menurunkan angka kemiskinan di Aceh. “Ada banyak skema yang bisa dibangun untuk menurunkan angka kemiskinan di Aceh, dan kuncinya adalah menemukan inovasi yang keluar dari kebiasaan, “ kata Nova Iriansyah di hadapan Tim TKP2K Aceh, yang juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan.

Nova Iriansyah juga mendorong Tim TKP2K Aceh untuk memikirkan skema lain, di antaranya dana desa, dana CSR, dana haji, Bank Aceh, dan beberapa skema lainnya. Solusi lain yang juga perlu dicermati sebagai alat intervensi untuk pengentasan kemiskinan Aceh adalah penerimaan tenaga kerja baik CPNS maupun rekrutmen lainnya, termasuk di kepolisian dan TNI.

“Khusus CPNS saya akan coba lobi agar formasi untuk Aceh bisa dipakai sistem rangking saja, sebab jika bertahan dengan passing grade maka akan banyak formasi kosong, padahal ini juga bahagian dari solusi pengangguran yang berdampak pada penurunan angka kemiskinan, “ tambahnya.

Untuk itu Nova Iriansyah meminta Tim TKP2K Aceh untuk tidak hanya bagus di tataran konseptualisasi saja tapi konsep yang ada itu mesti dibumikan agar bisa diimplementasi. “Harus berani tidak kaku pada konsep, boleh saja keluar dari mainstem, untuk itu kuncinya adalah menemukan inovasi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyatakan optimis bisa menurunkan angka kemiskinan sesuai target, yaitu satu persen setiap tahun, bahkan bisa lebih jika semua alat intervensi bisa dimaksimalkan. “Untuk itu, dukungan semua stakeholder sangat diperlukan, termasuk soal disiplin dan amanah pada waktu pengesahan RAPBA yang sudah disepakati, plus dukungan kerja keras yang didukung inovasi,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam sambutan Kepala Bappeda Aceh, Azhari Hasan menyinggung target penurunan angka kemiskinan setiap tahun satu persen. “Pada akhir periode kepemimpinan ini kita harapkan angka kemiskinan di Aceh ada di angka 10-11 persen (2022) dari 16,43 persen (2016). Target ini memang masih di bawah rata-rata target nasional yaitu 9 persen,” pungkasnya. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved