Bupati Aceh Tamiang Minta CSR

Bupati Aceh Tamiang, H Mursil meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk menyalurkan

Bupati Aceh Tamiang Minta CSR
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Bupati Aceh Tamiang, Mursil 

* Masih Berjalan Sendiri-sendiri

KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang, H Mursil meminta seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) atau tanggungjawab sosial perusahaan. Dia menilai penyaluran selama ini masih parsial atau berjalan sendiri-sendiri, sehingga belum memberikan dampak yang nyata di lapangan.

“Sebenarnya, sudah banyak perusahaan yang menyalurkan dana CSR, tetapi masih dilakukan secara parsial atau berjalan sendiri-sendiri,” kata Bupati Aceh Tamiang, H Mursil ketika melantik pengurus Forum CSR Aceh Tamiang periode 2018-2023 di gedung DPRK Aceh Tamiang, Rabu (21/11).

Mursil menjelaskan dana CSR bila disalurkan dengan benar, maka akan memberi dampak positif bagi masyarakat. Dia menyatakan perusahaan yang beroperasi di Aceh Tamiang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam, seperti perkebunan kelapa sawit.

“Perusahaan perkebunan jangan bicara rugi, karena bila rugi, tentunya ada persoalan di perusahaan itu sendiri,” ujarnya. Dia mengakui sudah banyak perusahaan yang berkembang dan memberi dampak pada pertumbuhan perekonomian masyarakat.

“Tetapi, dampak yang terlihat belum siginifikan dan belum terjalin interaksi langsung antara perusahaan dengan peningkatan ekonomi masyarakat,” urainya.

Dia berharap, Forum CSR mampu menjembatani kesenjangan ini, sehingga masyarakat bisa merasakan dampak positif atas keberadaan perusahaan di lingkungan tempat tinggal mereka. “Kita harus bersinergi agar keberadaan CSR ini bisa dirasakan masyarakat,” harapnya.

Sementara, Ketua Forum CSR Aceh Tamiang Sayed Zainal juga sependapat dengan Bupati Aceh Tamiang, Mursil. Dia berharap dukungan penuh dari pemerintah Pemkab Aceh Tamiang dan kerjasama yang baik dengan perusahaan-perusahaan, sehingga bisa mengembangkan peran Forum CSR ini.

Sedangkan prosesi pelantikan mendapat sorotan publik setelah hanya empat dari 30 anggota DPRK yang hadir memenuhi undangan Bupati Aceh Tamiang, yakni Ketua DPRK Fadlon dan tiga anggota Muhammad Nuh, Saiful Bahri dan Desi Amelia.

“Kami prihatin, sebagian besar dewan tidak hadir di kegiatan sosial ini yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Sayed menanggapi ketidakhadiran 26 anggota dewan.(mad)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved