IGD Overkapasitas, RSUZA akan Alihkan Pasien ke Rumah Sakit Lain di Banda Aceh

Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh mengambil kebijakan baru terkait penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

IGD Overkapasitas, RSUZA akan Alihkan Pasien ke Rumah Sakit Lain di Banda Aceh
For Serambinews.com
Pasien terpaksa tidur di lantai IGD RSUZA Banda Aceh karena fasilitas tersebut sudah overkapasitas, Jumat (23/11/2018) malam. 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh mengambil kebijakan baru terkait penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Akibat kondisi IGD dan ruang rawat inap yang kerap overkapasitas, RS milik pemerintah Aceh itu sewaktu-waktu bisa mengalihkan pasien baru ke rumah sakit mitra BPJS Kesehatan lainnya di Banda Aceh.

Informasi itu disampaikan Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine kepada Serambinews.com, Jumat (23/11/2018). Menurutnya, kondisi IGD RSUZA yang membeludak saat ini bisa berdampak pada kurang maksimalnya penanganan pasien gawat darurat.

Baca: RSUDZA Luncurkan Perpustakaan Elektronik, Ini Manfaatnya Bagi Para Dokter

Untuk itu, direksi RSUZA berupaya memfasilitasi pasien emergency yang tidak tertampung di RSUZA untuk dirawat ke RS lainnya di Banda Aceh.

“Kami harap masyarakat bisa paham kondisi IGD RSUZA sekarang. Artinya saat pasien dirujuk ke kita, sedangkan IGD dalam kondisi penuh, maka kami siap mengirim pasien itu menggunakan ambulans ke RS lain,” ujar Azharuddin.

Direktur memastikan pasien akan dialihkan ke RS yang memiliki spesialis yang sesuai dengan penyakit pasien, fasilitas memadai, serta bisa melayani peserta BPJS Kesehatan alias gratis.   

Baca: RSUDZA Best of The Best Rumah Sakit Umum Daerah se Indonesia

Disebutkan, rumah sakit mitra BPJS Kesehatan lainnya di Banda Aceh di antaranya RS Kesdam, RSUD Meuraxa, RS Ibu dan Anak (RSIA), RS Pertamedika Ummi Rosnati, RS Harapan Bunda, RS Fakinah, dan lainnya.

“Kalau dikalkulasikan rumah sakit tipe B dan C di Banda Aceh baik milik pemerintah maupun swasta, mungkin tersedia 600-700 bed. Ini bisa mengurai kondisi IGD RSUZA yang sudah over,” katanya. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved