Breaking News:

Balon Gas Meledak, 7 Warga Luka Bakar

Satu insiden yang menyebabkan jatuh korban di kalangan masyarakat terjadi di Gampong Meucat Teubeng, Kecamatan Pidie

SERAMBINEW.COM/ M NAZAR
Korban mengalami luka bakar akibat meletus balon berisi gas dirawat di RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, Sabtu (24/11/2018). 

SIGLI - Satu insiden yang menyebabkan jatuh korban di kalangan masyarakat terjadi di Gampong Meucat Teubeng, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Sabtu (25/11) siang. Satu rangkaian balon gas yang dilepas dari upacara peringatan HUT PGRI dan Hari Guru meledak menyemburkan api menyebabkan tujuh orang--termasuk anak-anak-- mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan, dan dada.

Informasi yang dihimpun Serambi menyebutkan, musibah itu berawal dari upacara peringatan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional 2018 di SMP 2 Tijue, Sigli, Sabtu (24/11). Balon itu sendiri dilepas ke udara menandai peringatan hari bersejarah tersebut. Pada tali pengikat sebanyak 100 balon warna warni itu ada spanduk bertuliskan HUT ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional 2018.

Setelah dilepas di SMP 2 Tijue, balon terbawa angin dan akhirnya nyangkut di sebatang pohon mangga Gampong Meucat Teubeng berjarak sekitar satu kilometer dari titik balon dilepas.

Seorang warga Meucat Teubeng, Arkam yang juga korban balon gas tersebut mengatakan, saat melihat ada balon warna-warni nyangkut di pohon mangga, langsung saja serombongan anak-anak menyerbu memanjat pohon setinggi lebih kurang lima meter itu.

“Saat itu saya datang dan meminta anak-anak turun dari pohon mangga. Saya memanjat sendiri untuk mengambil balon itu dan selanjutnya saya bawa turun membagikan kepada anak-anak,” kata Arkam.

Menurut Arkam, saat balon itu dibagikan, tiba-tiba satu balon meledak dengan suara keras disertai percikan api. Selanjutnya, scara beruntun balon lainnya meletus dan mengeluarkan api.

“Percikan api dari balon menyambar M Nur, Hendra, dan lima anak lainnya yang berada di lokasi saat membagikan balon. Kami beserta anak-anak terbakar yang kemudian dilarikan ke rumah sakit,” ujar Arkam sambil memperlihatkan luka bakar di bagian tangan. Arkam bersama korban lainnya dilarikan ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli untuk penanganan medis.

Data dari sumber rumah sakit menyebutkan, korban bernama Ari Maulana (13) menderita luka bakar di dada, Khairul Fahmi (8) murid SD Teubeng luka melepuh di tangan kiri dan kanan, M Nur (40), petani luka melepuh di bagian wajah, tangan kiri, dan kanan, Hendra (32) menderita luka melepuh di wajah, tangan kiri dan kanan serta Arkam (47) luka melepuh di tangan kiri dan kanan. Kelima korban tersebut adalah warga Meucat Teubeng, Kecamatan Pidie.

Sedangkan dua korban lainnya tercatat warga Abo Teubeng, Kecamatan Pidie yaitu Muhibul Tibri (10) murid SD Teubeng luka melepuh di wajah dan tangan kiri serta Maulidar (14) pelajar SMP 4 Tijue luka di wajah dan tangan kiri. Sampai tadi malam Muhibul Tibri Maulidar, M Nur, Arkam, dan Hendra masih dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro. Sedangkan Ari Maulana dan Khairul Fahmi sudah diizinkan pulang.

Penyebab terbakar
Berbagai spekulasi sempat berkembang mengenai penyebab balon gas itu meledak dan menyemburkan api. Namun ada perkiraan penyebab ledakan karena ada balon yang terkena api rokok sehingga gas yang keluar dari balon tersebut langsung memunculkan semburan api. Ledakan beruntun pun tak bisa dihindari.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved