Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril Dituding Ingin Tenggelamkan PBB

Yusril lantas meragukan eksistensi beberapa kader PBB yang menyebutnya ingin menenggelamkan partai tersebut.

Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril Dituding Ingin Tenggelamkan PBB
Yusril Ihza Mahendra 

Masuk eksekutif

Pada pemilu 1999, PBB sukses meraih sekitar dua juta suara (dua persen) dan 13 kursi DPR. Sedangkan di Pemilu 2004, suara PBB meningkat ke angka 2,9 juta (2,62 persen) dan 11 kursi DPR.

Yusril berharap kepada seluruh kader untuk bersinergi mampu meraup suara terbanyak. Kesuksesan di pemilu, menurutnya bukan hanya mengembalikan kejayaan PBB di parlemen.

Namun, juga kesuksesan PBB dengan menduduki jabatan eksekutif.  "Partai bukan merupakan tujuan melainkan hanya sebagai alat untuk mewujudkan tujuan. Tujuan kita sangat jelas, yakni membela kepentingan rakyat," tegas Yusril.

Apabila PBB dapat meraih kursi di parlemen, akan sekaligus mengakhiri keterpurukan partai selama sepuluh tahun terakhir.

Baca: Memeriahkan HUT Ke-62 Aceh Timur, Grup Musik Sabyan Gambus akan Tampil Minggu Malam di Idi

Bukan tidak mungkin, PBB mendapat kursi di jajaran eksekutif, di antaranya menteri.

"Kader PBB ada yang pernah menjadi menteri, jajaran di Mahkamah Agung, hingga duta besar. Mari kita ulangi kesuksesan tersebut," tegas mantan Menteri Hukum dan Perundang‑undangan Indonesia ini.

Sebaliknya, kesuksesan tersebut tak akan dapat diraih kalau PBB tak memiliki kursi di parlemen.

"Kalaupun mendukung saat pilpres, paling masuk kabinet hanya dua bulan. Setelah itu di-reshuffle," kata Yusril.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf, Yusril Dianggap Ingin Tenggelamkan PBB

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved