KPPBC Langsa Tangkap KM Angkut Rokok Ilegal

Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Kuala Langsa, menangkap Kapal Motor (KM)

KPPBC Langsa Tangkap KM Angkut Rokok Ilegal
KAPOLRESTA Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto menggelar konferensi pers terkait penangkapan 100 slof rokok ilegal merek Luffman, di Mapolresta Banda Aceh, Senin (5/11). 

LANGSA - Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Kuala Langsa, menangkap Kapal Motor (KM) Gurita 174 GT berbendera Mongolia beserta lima anak buah kapal (ABK) dan satu nahkoda kapal tersebut. Selain itu, juga diamankan satu kardus rokok impor ilegal merek Lufman.

Kasie Penindakan dan Penyelidikan KPPBC Tipe B Kuala Langsa, Zaky, kepada Serambi, Minggu (25/11), mengatakan, KM Gurita 174 GT berbendera Mongolia bersama satu nahkoda dan lima ABK ini ditangkap, Jumat (23/11) pukul 15.00 WIB di perairan Aceh Tamiang.

Saat itu jelas Zaky, petugas KPBC Tipe B Kuala Langsa yang mendapat informasi KM Gurita ini sedang membawa rokok ilegal dari Singapura, sehingga petugas langsung mengejar menggunakan kapal patroli BC20004 dan berhasil menangkap KM Gurita tersebut.

Kemudian saat barang bawaan di kapal tersebut diperiksa, petugas menemukan satu kardus rokok merk Lufman asal Singapura. Rokok itu tergolong barang impor ilegal karena tanpa disertai manifest resmi.

Menurut Zaky, kepada petugas mereka mengaku awalnya KM Gurita ini membawa 1.000 kardus rokok merek Lufman yang diangkut dari Pelabuhan Jurong, Singapura, 14 Oktober 2018. “Selanjutnya sejak tanggal 20 Oktober mereka sudah tiba di perairan Lhokseumawe. Setelah membongkar 1.000 kardus rokok itu di perairan Lhokseumawe. Nah, satu kardus yang ditangkap ini, menurut pengakuan mereka adalah jatah nahkoda dan ABK tersebut yang diberikan pemilik 1.000 kardus rokok yang sudah dibongkar sebelumnya di perairan Lhokseumawe,” jelas Zaky.

Bahkan kata Zaky, menurut pengakuan para ABK dan nahkoda, KM Gurita tersebut sudah berulang kali mengangkut rokok merek Lufman dari Singapura ke kawasan ini. Mereka membongkar muatan di luar kawasan pabean tanpa izin Kepala Kantor Pabean.

Zaky menambahkan saat ini, KM Gurita sudah diamankan dan disandarkan sementara di Pelabuhan Kuala Langsa. Sedangkan lima ABK dan satu nahkoda diamankan di Kantor KPPBC Tipe B Kuala Langsa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasie Penindakan dan Penyelidikan KPPBC Tipe B Kuala Langsa, Zaky, menambahkan para pelaku diduga melanggar Undang-undang Kepabeanan Pasal 102 huruf A dan/atau huruf B, yaitu setiap orang yang mengangkut barang impor (a) tidak tercantum dalam manifes sebagaimana dimakaud dalam Pasal 7A Ayat 2.

Kemudian huruf B membongkar barang impor di luar kawasan pabean atau tempat lain tanpa izin kepala kantor pabean, maka dipidana penjara paling singkat satu tahun dan penjara maksimal sepuluh tahun dan denda minimal Rp 50.000.000 dan maksimal Rp 5.000.000.000.(zb)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved