Di Polda Jatim Kasus Dugaan Penipuan Dihentikan, Di Jakarta Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara

Polisi menghentikan penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang pembangunan proyek vila di Batu yang menyeret nama Ahmad Dhani.

Di Polda Jatim Kasus Dugaan Penipuan Dihentikan, Di Jakarta Ahmad Dhani Dituntut 2 Tahun Penjara
Tribunnews.com
Ahmad Dhani saat menjalani sidang kasus dugaan ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018) 

SERAMBINEWS.COM, SURABAYA - Jika di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, musisi Ahmad Dhani dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) pidana dua tahun penjara, lain lagi perkembangan kasusnya di Polda Jawa Timur.

Polisi menghentikan penyidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang pembangunan proyek vila di Batu yang menyeret nama Ahmad Dhani.

Penghentian penyidikan dilakukan karena penyidik Subdit II Harda Bangtah (Harta Benda Bangunan dan Tanah) Ditreskrimum Polda Jatim tidak mempunyai cukup bukti untuk mengusut kasus ini ke tahap penyidikan hingga pengadilan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan Ini saat akan dikeluarkannya Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) dari Subdit II Harda Bangtah (Harta Benda Bangunan dan Tanah) Ditreskrimum Polda Jatim.

Baca: Sosok Kangsadal Pipitpakdee, Mantan Istri Sultan Muhammad V, Wanita Cerdas dari Kerajaan Thailand

Baca: Truk Masuk Jurang, Sejak Malam Tadi Jalur Tamiang-Medan Lumpuh

 “Setelah didalami oleh penyidik dan memanggil Ahmad Dhani, maka kesimpulannya kasus ini tidak memenuhi unsur pidana melainkan masuk ke ranah perdata, maka dari itu kasus ini kami SP3-kan,” ungkapnya di Mapolda Jatim, Senin (26/11/2018).

Barung mengatakan penetapan SP3 ini merujuk pada hasil gelar perkara dan pemanggilan terhadap kedua belah pihak yang bersangkutan mengenai kasus dugaan penipuan dan penggelapan ini.

“Sehingga penyidik tidak lagi melakukan penyidikan maupun meneruskan kasus ini dikarenakan itu adalah masalah Perdata,” jelasnya.

Sebelumnya, Ahmad Dhani dilaporkan oleh penasehat hukum Arif Fathoni yang memawakili kliennya (Korban) Jaeni Ilyas mengenai Ahmad Dhani tidak mengembalikan uang Rp 200 juta.

Ahmad Dhani di laporkan ke kantor Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) Polda Jatim, sesuai laporan Nomor LPB/1232/IX/2018/UM/JATIM, 26 September 2018.

Ahmad Dhani datang memenuhi panggilan sebagai saksi di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Rabu (24/10/2018).

Baca: Sari Roti Didenda Rp2,8 Miliar, Terbukti Langgar UU Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

Baca: Penumpang Garuda Kehilangan Uang di Bagasi, Pihak Maskapai Angkat Bicara

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved