Gajah Mengamuk, 8 KK Diungsikan

Sedikitnya delapan kepala keluarga (KK) di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah

Gajah Mengamuk, 8 KK Diungsikan
Media Sosial
Tiga gajah liar mengamuk dan mengejar warga Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang, Pidie 

REDELONG - Sedikitnya delapan kepala keluarga (KK) di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, harus diungsikan, dikarenakan kawanan gajah liar berada di sekitar rumah warga setempat, Senin (26/11).

Camat Pintu Rime Gayo Samusi Purnawira Dade kepada Serambi, Senin (26/11), mengatakan, sebanyak delapan keluarga terpaksa diungsikan, karena khawatir akan menjadi amukan gajah liar yang telah mendiami desa tersebut sekitar 15 hari lalu.

“Kita terpaksa mengungsikan mereka ke balai desa, karena khawatir menjadi amukan gajah liar yang kerap berada di permukiman warga Arul Cincin dalam dua pekan terakhir,” ungkapnya.

Diungsikannya warga Arul Cincin itu, kata Samusi, berlaku hanya pada malam hari. Soalnya, ketika malam tiba, gajah yang diketahui berjumlah 21 ekor itu kerap berada di pekarangan rumah warga. Tak jarang pula merusak rumah serta perkebunan milik petani yang berada di Kampung Arul Cincin.

“Masyarakat setempat juga berjaga pada malam hari untuk mengantisipasi kawanan gajah memasuki kawasan lainnya yang berada di sepanjang Jalan Nasional Takengon-Bireuen. Mereka dibantu tim 8, yang merupakan sebuah tim yang berpengalaman menggiring gajah di wilayah ini,” kata Samusi.

Dijelaskan, pada bulan lalu 45 gajah liar berhasil digiring. Namun, sepekan kemudian kawanan gajah lain masuk ke wilayah Arul Cincin. Delapan rumah dan kebun warga diamuk hewan bertubuh besar tersebut. Ratusan hektare perkebunan warga juga dirusak.

“Kemarin sudah didatangkan alat berat untuk membuat parit isolasi, memutus jalur masuk gajah. Saat ini proses pengerukan parit isolasi sedang dikerjakan, mungkin dalam beberapa hari ke depan akan siap,” kata Dade.

Disebutkannya, parit tersebut akan dibangun sepanjang 800 meter yang berada di dua titik, tepatnya di dekat DAS Krueng Peusangan. Selama ini menjadi jalur masuk kawanan gajah ke pemukiman warga untuk mencari makanan.

“Parit sepanjang 800 itu kita sisakan sedikit untuk tidak dikeruk, dikarenakan saat penggiringan nanti jalur tersebut yang akan menjadi pintu keluar gajah. Baru setelah berhasil digiring nanti, pintu keluar gajah itu akan kita gali dan dijadikan parit isolasi,” demikian Camat Pintu Rime Gayo, Samusi Purnawira Dade.(c51)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved