Korban Balon Gas Dioperasi

Enam warga yang terluka akibat terkena balon gas akhirnya menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)

Korban Balon Gas Dioperasi
SERAMBINEW.COM/ M NAZAR
Korban mengalami luka bakar akibat meletus balon berisi gas dirawat di RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, Sabtu (24/11/2018). 

SIGLI - Enam warga yang terluka akibat terkena balon gas akhirnya menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Di Tiro Sigli, Pidie. Operasi tersebut dilakukan untuk membersihkan luka bakar di wajah, dada, dan tangan korban yang kini masih dirawat intensif di ruang rawat inap bedah pria dan wanita di rumah sakit kabupaten itu.

Direktur RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, drg Mohd Rizal Faisal MARS, kepada Serambi, Selasa (27/11) mengatakan, ketujuh warga yang mengalami luka melepuh akibat ledakan balon gas itu telah menjalani operasi pembersihan luka di wajah, dada, dan tangan. Operasi tersebut dilakukan pada Minggu (25/11) yang berhasil dilakukan dokter tanpa kendala.

Dikatakan, pascaoperasi kini pihak RSU Sigli fokus pada penyembuhan luka yang melepuh tersebut. Ketujuh korban balon gas hingga kini masih dirawat di ruang rawat inap bedah. “Saat ini perkembangan ketujuh pasien tersebut telah membaik pascaoperasi. Bahkan mereka sudah bisa diajak bicara,” kata Faisal.

Kabid Pelayanan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr Dwi Wijaya yang dihubungi Serambi kemarin menyebutkan, jumlah warga yang menderita luka akibat balon gas berjumlah tujuh orang. Mereka adalah Ari Maulana, Khairul Fahmi, M Nur, Hendra, Arkam, Muhibul Tibri, dan Maulidar. Dari tujuh pasien, tercatat enam yang dirawat di RSU Sigli. Sementara satu pasien bernama Ari Maulana sejak hari pertama telah dibawa pulang ke rumah.

“Satu pasien bernama Hendra juga telah diboyong keluarga ke rumah, Senin (25/11). Saat ini, hanya lima pasien yang masih dirawat di RSU Sigli,” jelasnya.

Ia tambahkan, keenam warga yang menderita luka akibat meletus balon gas telah dilakukan tindakan debridemen (pembersihan jaringan yang mati). “ Jadi, bukan operasi,” tegasnya.

Terpisah, Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Mahliadi ST MM yang dihubungi Serambi kemarin menjelaskan, kasus meledaknya balon gas di Gampong Meucat Teubeng, Kecamatan Pidie, beberapa hari lalu masih ditangani Reskrim Polres Pidie. Polisi juga telah mengambil keterangan dari tujuh saksi, termasuk Kepala SMPN 2 Sigli, Drs Mukhlis.

Dikatakan, hasil keterangan dari ketujuh saksi telah diperiksa terkait meletusnya balon gas yang dilepas dari SMPN 2 Sigli saat memperingati HUT Ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional. Seratus balon tersangkut di pohon mangga di Gampong Meucat Teubeng. Namun, nahas balon gas itu meledak saat dibagikan kepada anak-anak.

Namun, kata Mahliadi, polisi belum bisa membeberkan kepada publik hasil pemeriksaan tersebut, sebab keterangan ketujuh saksi itu akan dicocokkan dengan keterangan korban yang terluka.

“Penyidik belum bisa mengambil keterangan dari korban karena masih menjalani perawatan di RSUD Sigli. Jadi, kita harus tunggu korban sembuh. Untuk pemeriksaan saksi dari warga dan pihak SMPN 2 Sigli telah selesai, tinggal sekarang saksi korban,” pungkasnya.

Untuk diketahui, balon gas meledak di Gampong Meucat Teubeng, Kecamatan Pidie, terjadi Sabtu (24/11) siang. Balon itu meledak setelah diturunkan dari pohon mangga setinggi lima meter yang sebelumnya terbawa angin usai dilepas dalam rangkaian upacara peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di SMPN 2 Sigli.

Tujuh orang, termasuk anak-anak, mengalami luka bakar terkena semburan api dari balon meledak. Korban adalah Ari Maulana (13), Khairul Fahmi (8), M Nur (40), Hendra (32), Arkam (47), Muhibul Tibri (10), dan Maulidar (14) harus dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. (naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved