Opini

Memahami Industri Demokrasi Politik

DEWASA ini, setiap orang sebagai warga negara atau warga bangsa disibukkan serta ditarik perhatian dan konsentrasinya

Memahami Industri Demokrasi Politik
Polres Gelar Simulasi Atasi Gangguan Pileg dan Pilpres 

Merujuk kepada Todaro dan Smith (2006), produksi dengan alasan-alasan ekonomi yang dijadikan landasan bagi pembangunan dengan pabrik-pabrik yang menghasilkan barang adalah, akhirnya industri tersebut akan membuahkan keuntungan (faedah) setelah berproduksi pada skala besar, sehingga biaya-biaya lebih murah. Demikian juga, jika merujuk kepada pemahaman bahasa dalam istilah kamus populer (Happy El-Rais, 2015), industri sebagai badan usaha atau perusahaan atau orang untuk menghasilkan barang-barang.

Selanjutnya hasil barang maupun jasa hasil produksi industri akan dilakukan “indusmen” atau bujukan, dorongan, rangsangan, pemikat dan iming-iming. Dengan demikian kondisi serta fenomena kehidupan masyarakat saat ini secara moderen dengan kondisi menjelang kontestasi politik 17 April 2019, dalam rangka menghasilkan para elite (pemimpin) mendatang menampakkan realitas seperti sedang mempromosikan barang dan jasa hasil industri.

Paling efektif
Dalam era industri milenial saat ini, telah mengalami “revolusi industri 4.0”, maka seluruh aktivitas industri, distribusi, perdagangan serta jual-beli di pasar dilakukan dengan cara virtual dianggap sebagai aktivitas ekonomi paling efisien dan efektif produksi barang dan jasa dari input, proses dan output hingga ke pasar. Sehingga dunia serta fenomena politik saat ini secara industri juga memanfaatkan proses produksi, distribusi, serta industri menggunakan virtual, yaitu memanfaatkan kecanggihan dunia elektronik, dunia maya dalam rangka merebut pasar pemilih. Sehingga dapat mempromosikan serta menjangkau pemilih dengan cara efisien dan efektif agar nantinya menjadi pilihan masyarakat.

Dari sana, rakyat seringkali hanya melihat tampilan wajah dan gaya serta motto calon, tanpa tahu persis kualitas, kapasitas serta visi-misi dari calon pemimpin, baik eksekutif (presiden) dan legislatif (anggota DPR) untuk tingkat kabupaten/kota (DPRK), provinsi (DPRD/A untuk Aceh) dan untuk pusat (DPR RI) yang banyak bertebaran di ruang publik dan dunia maya, serta media sosial. Sehingga saat ini industri calon pemimpin (calon presiden/capres dan calon legislatif/caleg) demikian menguasai dan menghiasi seluruh ruang publik dalam usaha menawarkan, mempromosi serta menjajakan dirinya dalam dunia industri politik.

Demokrasi politik melalui pemilu yang jujur, adil dan terbuka sebagai kontestasi, pesta dan wahana politik, pada hakikatnya semua orang akan mampu berbuat ataupun melakukan perubahan dalam kehidupan kemasyarakatan. Namun demikian yang terlihat secara kasat mata saat ini terdapat jurang yang lebar serta jelas antara orde normatif dengan memperlihatkan perilaku yang sebenarnya. Bailey (1970) menyatakan, peraturan normatif hanya merupakan panduan umum mengenai perilaku, biasanya penilaian kepada sesuatu tindakan atau perlakuan ataupun yang baik dari segi etika dan dalam satu-satunya struktur politik, dapat digunakan sebagai garis batas masyarakat mengenai sifat perlakuan yang baik.

Semestinya perbedaan kehidupan masyarakat baik secara ekonomi, politik, sosial dan budaya mendorong perubahan kehidupan menjadi lebih baik dalam kehidupan masyarakat. Siapa pun secara individu, kelompok ataupun partai apabila telah berbuat diluar peraturan, norma serta adat istiadat yang berlaku untuk mencapai sesuatu tujuan. Maka individu, kelompok dan partai secara politik dapat dilihat sebagai manusia ekonomi serta politik (economic and politic man), bahkan dapat berperilaku sebagai homo-economicus atau homo-politicus pada saat kekuasaan dan kedudukan politik diperoleh.

Kemudian akan mempraktikkan pilihan rasional yang sanggup berbuat serta berusaha dengan cara apapun melaksanakan secara maksimal untuk mendapatkan keuntungan, manfaat serta faedah yang harus diperolehnya. Sehingga proses produksi dan industri demokrasi politik dapat dipahami oleh masyarakat dengan cara pandang yang sangat “naif” saat ini, dalam dunia industri demokrasi politik yang tidak berpihakke rakyat.

* Dr. Taufiq Abdul Rahim, SE., M.Si., peminat masalah-masalah ekonomi dan politik, tinggal di Lamgapang-Uleekareng, Banda Aceh. Email: fiqarf@yahoo.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved