Bupati Ramli Masih Bungkam

Bupati Aceh Barat, H Ramli MS hingga Rabu (28/11) kemarin, masih bungkam dan belum mau memberikan

IST
Bupati Aceh Barat Ramli MS menyerahkan secara simbolis kunci mobil kepada operasional untuk Polres Aceh Barat kepada Kabag SDM Polres Aceh Barat di halaman kantor bupati 

* Soal Isu Keretakan dengan Wabup
* Zulkarnain Jadi Plt Kadisparbudpora

MEULABOH – Bupati Aceh Barat, H Ramli MS hingga Rabu (28/11) kemarin, masih bungkam dan belum mau memberikan tanggapan ke media terhadap isu yang berkembang terkait dugaan keretakan atau tidak harmonis lagi hubungan antara dirinya dengan Wakil Bupati (Wabup) H Banta Puteh Syam yang merupakan pasangannya untuk periode 2017-2022.

Untuk diketahui, Bupati Ramli MS, kemarin, sudah berada di Meulaboh setelah hampir sepekan terakhir, melakukan perjalanan dinas ke Pulau Jawa. Namun, setelah membuka kegiatan bursa inova desa, Bupati Ramli MS tidak berlama-lama di lokasi dengan dalih akan menghadiri sejumlah kegiatan lain. Informasi yang beredar, Kamis (29/11) hari ini, Bupati Ramli akan menghadiri sebuah kegiatan di Banda Aceh.

Ketika membuka kegiatan di GOS, Bupati juga tidak menyingung soal isu atau dugaan keretakan dirinya dengan Wabup yang santer diperbincangkan pasca pengunduran diri Kadisparbudpora, T Nyak Cut Cam yang merupakan adik kandung Wabup Banta Puteh, dengan alasan merasa dizalimi Bupati Ramli MS.

Wabup Aceh Barat, Banta Puteh Syam yang pada Rabu kemarin, masih berada di daerah, menurut informasi kini berada di Medan, Sumatera Utara (Sumut) untuk menghadiri sebuah kegiatan. Sedangkan. sejumlah kegiatan daerah selama ini lebih banyak dihadiri Sekda Adonis karena dalam beberapa hari terakhir, bupati dan wakil bupati sering berada di luar daerah.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari tekahir sempat berkembang isu kalau terjadi ketidakharmonisan antara Bupati Aceh Barat, Ramli MS dengan Wabupnya Banta Puteh Syam. Menurut info, selama ini wakil bupati jarang sekali dilibatkan dalam pengambilan kebijakan daerah. Namun, Wabup Banta Puteh Syam yang dimintai konfirmasi terkait isu ini belum bersedia berkomentar. Bahkan, ada beberapa informasi yang disampaikannya diminta tidak di-publish alias off the record. “Kita menjaga daerah. Kami satu paket ketika dipilih rakyat pada pilkada lalu,” kilahnya.

Bahkan, ketika ditanya terkait laporan sebagaimana diungkap adiknya T Cut Nyak Cam bahwa wabup selama ini hanya menjadi ‘boneka bupati’, juga tidak ditanggapi oleh Banta Puteh. “Tak usahlah saya tanggapi. Tapi yang pasti, bupati dan wakil bupati punya tugas dan kewenangan sebagaimana aturan yang berlaku. Memang bupati kewenangan lebih luas, tapi wakil bupati itu bukan pembantu bupati,” tukasnya.

Pada bagian lain, Bupati H Ramli MS pada Rabu (28/11), menunjuk Zulkarnain yang selama ini menjabat Staf Ahli Bupati menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Kadisparbudpora) Aceh Barat menggantikan pejabat lama T Nyak Cut Cam yang mundur.

Informasi yang diperoleh Serambi, Rabu kemarin, jabatan Kadisparbudpora lowong pascamundurnya T Nyak Cut Cam, Jumat (23/11) lalu. SK Plt Kadisparbudpora itu dikeluarkan Bupati Ramli setelah dia kembali dari perjalanan dinas di Pulau Jawa. Zulkarnain yang selama ini sebagai Staf Ahli Bupati, kemarin, dilakukan pengantaran tugas ke Disparbudpora oleh Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat, Mirsal SSos “Benar, Pak Bupati menunjuk saya sebagai Plt Kadisparbudpora sementara waktu mulai hari ini (Rabu kemarin-red),” kata Zulkarnain saat ditanyai Serambi, kemarin.

Ia menjelaskan, penunjukan Plt itu agar roda pemerintahan di Disparbudpora tetap lancar, terlebih kini akan berakhir anggaran tahun 2018. “Ada beberapa kegiatan yang perlu diselesaikan. Penunjukan ini supaya tidak ada agenda yang tersendat,” jelasnya.

Sekdisparpora Aceh Barat, Ibnu Abbas MPd yang ditanyai terpisah juga mengakui adanya penunjukan Plt Kadisparbudpora mengisi jabatan lowong pascamundur T Nyak Cut Cam. Sedangkan roda pemerintahan di dinasnya, ucap dia, selama ini lancar dan tidak ada kendala, termasuk dalam pembahasan RKA Disparbudpora pada RAPBK 2019. “Tidak ada masalah, lancar. Termasuk sidang di DPRK, juga lancar saya yang hadir bersama tim anggaran Pemkab,” tukas Ibnu Abbas.

Sementara itu, DPRK Aceh Barat sudah menjadwalkan pada Kamis (29/11) hari ini, akan memanggil mantan Kadisparbudpora, T Nyak Cut Cam yang sebelumnya mundur gara-gara merasa dizalimi bupati. Pemanggilan itu untuk dengar pendapat terhadap sejumlah isu dalam surat pengunduran dirinya serta pernyataan yang disampaikan terbuka ke media.

“DPRK ingin melakukan klarifikasi beberapa isu yang hangat, seperti penyebutan wakil bupati yang merupakan abang kandungnya itu merupakan ‘boneka bupati’. Makanya, DPRK akan melakukan dengar pendapat,” kata Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE kepada wartawan, Rabu kemarin.

Menurut Ramli SE, pemanggilan itu juga untuk menyikapi surat yang dilayangkan Nyak Cut Cam ke DPRK, termasuk sejumlah dugaan-dugaan yang mencuat sehingga menjadi jelas. “Ada penyebutan tidak haus uang dan sejumlah perihal lain. Ini penting ditelusuri sehingga tidak menimbulkan persoalan di daerah. DPRK sendiri merupakan lembaga pengawasan,” ulasnya.

Ia mengungkapkan, bila ditemukan sejumlah kejanggalan dalam dengar pendapat dengan Nyak Cut Cam, maka perlu sikap tegas dari DPRK serta pihak-pihak terkait sehingga diselesaikan. “Termasuk desas desus dan isu keretakan antara bupati dan wakil bupati. Apalagi keduanya merupakan baru setahun memimpin Aceh Barat ini,” pungkasnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved