Aceh Timur Undang Investor

Pemkab Aceh Timur mengundang para investor yang bersedia menanamkan modalnya untuk membangun tiga sektor

Aceh Timur Undang Investor
Media Sosial
Tiga gajah liar mengamuk dan mengejar warga Gampong Leupu, Kecamatan Geumpang, Pidie, Minggu (4/11/2018) sekitar pukul 17.35 WIB. 

* Tiga Sektor Jadi Andalan

IDI - Pemkab Aceh Timur mengundang para investor yang bersedia menanamkan modalnya untuk membangun tiga sektor andalan dengan prospek tinggi dan berhubungan langsung dengan masyarakat. Ketiganya, perkebunan, pertanian dan perikanan yang didukung dengan area yang luas dan pemasaran yang mudah ke luar Aceh, baik jalur darat maupun laut.

Sebanyak 20 perwakilan investor dan SKPK mengikuti rapat koordinasi (rakor) dan sosialisasi percepatan investasi di Aceh Timur di Idi Rayeuk, Kamis (29/11). Bupati Aceh Timur H Hasballah Bin HM Thaib, diwakili Asisten II, Usman A Rahman saat membuka rakor mengatakan Aceh Timur memiliki banyak potensi, khususnya sektor perkebunan, pertanian, dan perikanan.

Dia menilai, ketiga sektor ini memiliki potensi yang sangat tinggi dan perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Tiga sektor andalan ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan daerah,” ujarnya, seraya menambahkan masyarakat dan petani akan mendapat manfaatnya.

“Di tangan para pemilik modal, maka hasil dari ketiga sektor andalan Aceh Timur itu akan dapat dikelola dengan baik,” harapnya. Disebutkan, upaya pemerintah ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, daerah sekaligus pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Dia mengakui sudah banyak perusahaan yang sudah melakukan investasi di Aceh Timur dan memberikan konstribusi kepada pemerintah daerah. Tetapi, katanya, untuk menarik minat insvestor lainnya, makanya harus dilakukan promosi melalui berbagai cara, termasuk yang dilakukan saat ini.

Usman menjelaskan Pemkab Aceh Timur mengundang investor berdasarkan Undang-Undang No 25 tahun 2007 dan PERKA BKPM No 17 Tahun 2015 yang berhubungan dengan penanaman modal. “Dalam proses penanaman modal, tentunya ada peraturan yang mengikat yang harus dijalankan,” ujarnya.

Dia berharap kebijakan Pemkab Aceh Timur ini akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. “Kita harus bersinergi dalam menjalankan roda pemerintahan menuju pembangunan ekonomi yang berkesinambungan” tandasnya.

Penanganan Gajah
Sehari sebelumnya, Bupati Aceh Timur H Hasballah HM Bin Thaib, atau akrab disapa Rocky melakukan pertemuan dengan pihak World Wildlife Fund (WWF) untuk membahas penanganan gajah dan mencegah kejahatan lingkungan.

“Selama program itu bernilai positif untuk masyarakat, kami sangat mendukungnya,” ujar Bupati Rocky didampingi Asisten II Usman A Rachman, dan Kadis Perkebunan, Ir Ahmad, dalam rakor bersama WWF di Pendopo Idi, Selasa (27/11) sore.

Menurut dia, melestarikan dan menjaga hutan merupakan tanggungjawab bersama, karena konflik gajah dengan manusia sudah terjadi bertahun-tahun, Rocky sepakat dengan lembaga peduli lingkungan itu untuk bersama-sama mengakhiri konflik gajah, sehingga petani tetap aman dalam bercocok tanam.

“Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Orangutan Information Center (OIC) sudah berkiprah didaerah ini. dan jika WWF juga ikut membantu, kita sambut baik, sehingga konflik gajah dan kejahatan lingkungan dapat kita akhiri secara bersama-sama,” ujar Rocky.

Sedangkan Manager World Wildlife Fund (WWF) Aceh–Sumatera, Dede Suhendra, mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarian kawasan hutan dari aksi penebangan. Sehingga, kaanya, habitat satwa liar seperti gajah, harimau dan orangutan tetap terjaga.

Dede menyatakan pihaknya bersama Pemkab Aceh Timur akan memfokuskan penanganan kasus kejahatan di hutan dan satwa, termasuk penanganan konflik gajah. “Harapan kami, kerjasama ini dapat mendorong upaya pencegahan konflik engan satwa,” tutur Dede Suhendra.(rel/c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved