Nyak Cut Cam ‘Curhat’ di DPRK

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparbudpora) Aceh Barat, T Nyak Cut Cam

Nyak Cut Cam ‘Curhat’ di DPRK
SERAMBI/RIZWAN
MANTAN Kadisparbudpora Aceh Barat , T Nyak Cut Cam (dua kiri) memberikan penjelasan pada rapat dengar pendapat di Gedung DPRK setempat, Kamis (29/11) siang. 

* Mengaku Sedih Melihat Wabup

MEULABOH - Mantan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparbudpora) Aceh Barat, T Nyak Cut Cam mengungkapkan dirinya sedih melihat kondisi abangnya yang kini menjabat Wakil Bupati (Wabup) H Banta Puteh Syam yang mendampingi Bupati Ramli MS. Hal itu diucapkannya saat ‘curhat’ dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPRK Aceh Barat, Kamis (29/11) siang). “Penyebutan (boneka bupati) di surat saya itu karena begitulah kondisi saat ini dialami wabup,” ucapnya di hadapan pimpinan dan anggota dewan.

T Nyak Cut Cam yang mundur dari jabatan Kadisparbudpora Aceh Barat dipanggil DPRK karena terdapat sejumlah penyebutan dalam surat pengunduran diri dia yang dilayangkan ke Bupati Ramli MS, serta turut ditembuskan ke DPRK. Sidang itu dipimpin Ketua DPRK, Ramli SE, dan dihadiri Wakil Ketua Samsi Barmi, serta sejumlah anggota. Dari eksekutif, turut hadir Asisten III Edy Juanda, Kepala BKPSDM Mirsal, serta pejabat terkait lainnya.

Menurut T Nyak Cut Cam, ketika pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2016 lalu, Bupati Ramli dan Wabup Banta Puteh Syam masih seirama dalam rangka memperjuangkan kemenangan. Namun, ulasnya, saat ini keberadaan Wabup terkesan dipinggirkan dan tidak dilibatkan dalam sejumlah kebijakan. “Padahal, pasangan bupati dan wakil bupati merupakan satu paket untuk selanjutnya memajukan daerah ini,” ucapnya.

Terkait alasan dirinya memilih mundur, menurut T Nyak Cut Cam, karena tidak tahan lagi terhadap kepemimpinan Bupati Ramli MS, serta dia mendapat informasi kalau sudah direncanakan akan diganti dengan Sekdisparbudpora saat ini pada Senin (26/11) lalu. “Apalagi, selama ini bila ada sesuatu hal yang dilaporkan ke Bupati, maka langsung ditanggapi dengan emosi. Padahal, bisa dengan cara baik-baik. Tanya dulu dan klarifikasi,” ungkap T Nyak Cut Cam.

Sedangkan Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE menjelaskan, pemanggilan eks Kadisparbudpora, T Nyak Cut Cam ke DPRK untuk melakukan klarifikasi guna memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Terlebih lagi, T Nyak Cut Cam turut menembuskan surat pengunduran dirinya ke DPRK dengan mencantumkan sejumlah alasan.

“Salah satunya, ada penyebutan terhadap wabup merupakan boneka bupati. Tentu kita berharap, ke depan jangan ada lagi persoalan yang terjadi di Pemkab sehingga menimbulkan kadis harus memilih mundur. Harapan kita, dampak dari kisruh ini tidak mengganggu roda pemerintahan,” kata Ramli SE.

Asisten III Pemkab Aceh Barat, Edy Juanda menyatakan, Bupati Ramli MS sudah menerima pengunduran diri T Nyak Cut Cam sebagai Kadisparbudpora. Bahkan, Bupati juga sudah menujuk pelaksana tugas (Plt) agar roda pemerintahan di SKPK tersebut tidak terhenti. “Bupati telah menunjuk Zulkarnain yang saat ini sebagai Staf Ahli Bupati sebagai Plt Kadisparbudpora,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kadisparbudpora Aceh Barat, Drs T Nyak Cut Cam melayangkan surat mundur dari jabatannya karena merasa terzalimi oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS. T Nyak Cut Cam yang merupakan adik kandung Wakil Bupati (Wabup) Aceh Barat, H Banta Puteh Syam ini menyampaikan pernyataan secara terbuka saat mendatangi Biro Serambi Meulaboh, Jumat (23/11). “Surat mundur saya sebagai kepala dinas sudah saya antar ke rumah Pak Bupati. Tapi, Pak Bupati sedang di luar daerah. Surat itu, turut saya tembuskan ke sejumlah kalangan di Aceh Barat,” tukas Nyak Cut.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat, H Ramli MS dalam jawabannya terhadap pemandangan umum fraksi DPRK pada sidang RAPBK 2019 di Gedung Dewan, Kamis (29/11), ikut memberikan tanggapan terhadap mundurnya T Nyak Cut Cam yang merupakan adik kandung Wabup H Banta Puteh Syam sebagai Kadisparbudpora.

“Hal tersebut merupakan hak individu yang bersangkutan sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara). Kemudian, menyangkut dengan penggunaan istilah yang telah disampaikan dalam pengunduran diri, kami sependapat dengan anggota dewan terhormat,” terang Bupati Ramli MS yang tidak berkomentar banyak dalam sidang paripurna tersebut.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved