Anak Wabup Jadi Tersangka

Polres Aceh Barat telah menetapkan SJH (bukan SJI seperti diberikan sebelumnya), anak Wakil Bupati (Wabup) Aceh Barat

Anak Wabup Jadi Tersangka
SERAMBI/RIZWAN
KAPOLRES Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa memberikan keterangan pers kepada wartawan terkait penangkapan seorang ASN bersama dua swasta dalam kasus narkoba di mapolres setempat, Jumat (30/11). 

* Bersama Dua Temannya
* Kasus Penyalahgunaan Narkotika

MEULABOH - Polres Aceh Barat telah menetapkan SJH (bukan SJI seperti diberikan sebelumnya), anak Wakil Bupati (Wabup) Aceh Barat yang menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Johan Pahlawan, kabupaten setempat dan dua temannya ARM (30) serta SPD (32), sebagai tersangka penyalahgunaan narkotika/narkoba. Ketiganya dicokok polisi pada Rabu (28/11) sore lalu, di sebuah rumah saat sedang pesta narkoba.

Penetapan tersangka ketiga pelaku tersebut disampaikan Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK dalam keterangan pers kepada wartawan di mapolres setempat, Jumat (30/11). Hanya saja, dalam ekspose kasus itu kemarin, polisi belum memperlihatkan ketiga tersangka karena masih dalam pengembangan serta menunggu keluarnya hasil laboratorium barang bukti (BB) berupa ganja dan sabu-sabu yang disita saat penangkapan. “Statusnya sudah ditingkatkan menjadi tersangka,” kata Kapolres.

Menurut Raden Bobby, pengungkapan kasus itu setelah polisi mendapat laporan adanya transaksi narkoba pada sebuah pondok atau rumah di Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, sehingga ketiganya berhasil ditangkap pada satu lokasi. Selain menangkap tersangka, polisi juga ikut mengamankan barang bukti berupa satu bungkus ganja dengan berat 4,5 gram yang merupakan sebatang rokok dibalut dengan ganja, serta plastik tembus pandang berisi sabu-sabu seberat 0,9 gram. “Mereka melakukan transaksi narkoba di lokasi itu,” jelasnya.

Diterangkan Kapolres, setelah menjalani pemeriksaan terungkap dua hal berbeda dalam kasus narkoba tersebut, yakni untuk kasus yang menjerat SJH adalah kasus ganja, sedangkan dua tersangka lain yakni ARM dan SPD, yang sehari-harinya berprofesi sebagai swasta di Aceh Barat, merupakan kasus sabu-sabu.

Ketika disinggung wartawan bahwa seorang dari tiga orang yang sudah ditetapkan menjadi tersangka merupakan anak dari Wabup Aceh Barat, Kapolres tidak memberikan komentar dan hanya tersenyum saja. “Dia ASN, ya sudah-sudah ya,” elaknya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Aceh Barat, Rabu (28/11) sekitar pukul 17.00 WIB, menggerebek sebuah rumah di Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat yang disinyalir terjadi penyalahgunaan narkoba. Penangkapan tiga pelaku yang diduga terlibat sabu-sabu dan ganja dengan cepat menyebar dan langsung heboh di kalangan masyarakat Aceh Barat. Apalagi, satu dari tiga pelaku adalah anak Wabup Aceh Barat yang kini menjabat sebagai Sekcam di kabupaten itu.

Sementara itu, amatan Serambi, Jumat kemarin, penangkapan Sekcam tampaknya terlalu berpengaruh terhadap aktivitas di Kantor Camat Johan Pahlawan, Aceh Barat. Buktinya, kegiatan di kantor itu tetap berjalan normal seperti biasa. Namun begitu, dalam dua hari terakhir, kantor tersebut sempat heboh karena sekcamnya diamankan polisi di sebuah rumah gara-gara terlibat penyalahgunaan narkoba.

Pada bagian lain, Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa memaparkan, untuk kasus narkoba jenis ganja yang pelakunya dibekuk di pendopo bupati Aceh Barat, berkasnya sudah rampung. “Rencananya, pekan depan, diserahkan barang bukti (BB) dan tersangka ke jaksa penuntut umum dan akan disidangkan,” jelasnya.

Seperti pernah diberitakan, Satnarkoba Polres Aceh Barat pada 12 September lalu, menggerebek pendopo bupati setempat yang berlokasi di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Penggerebekan itu diduga terkait pendopo digunakan sebagai tempat transaksi narkoba jenis ganja oleh pihak tertentu.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menangkap seorang pria berinisial S (47), yang bekerja sebagai tukang dalam proyek rehabilitasi pendopo bupati Aceh Barat. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa ganja kering seberat 250 gram. Ketika penggerebekan itu terjadi, pendopo sedang dalam proses rehab dan bupati tinggal di rumah pribadinya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved