Pengerjaan Jembatan Limpok Diminta Kebut

Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda, mendesak pelaksana pembangunan proyek jembatan Lamreung

SERAMBI/HERIANTO
WAKIL Ketua I DPRA, Sulaiman Abda didampingi Kadis PUPR Aceh, Fajri meninjau pembangunan proyek Jembatan Limpok, Darussalam, Aceh Besar, Jumat (30/11). 

* Waktu Tinggal 20 Hari

BANDA ACEH - Wakil Ketua I DPRA, Sulaiman Abda, mendesak pelaksana pembangunan proyek jembatan Lamreung-Limpok, Aceh Besar, untuk mengebut pengerjaannya. Pasalnya, waktu pengerjaan jembatan yang menyeberangi Krueng Lamnyong itu hanya tersisa 20 hari lagi.

Hal tersebut diungkapkan Sulaiman Abda Direktur Utama PT Prapen Prima Mandiri, Mawardi, kontraktor pelaksana, saat meninjau proyek jembatan itu, Jumat (30/11). Meski waktu yang tersisa tinggal 20 hari lagi, dia masih optimis proyek pengerjaan jembatan tersebut akan selesai sesuai kontrak kerja yang sudah ditandatangani.

Sulaiman Abda mengatakan, peninjauan proyek jembatan Lamreung-Limpok yang dilakukannya bersama Kadis PUPR Aceh, Fajri, selain untuk melihat progres pengerjaannya, juga untuk evaluasi dan memotivasi kontraktor agar bekerja lebih kencang lagi.

Pihak DPRA, kata Sulaiman Abda, berharap pelaksanaan jembatan ini jangan sampai putus kontrak. Pasalnya, pelaksanaannya sudah tujuh kali dilakukan--dari tahun 2008-2018, tapi belum tuntas juga. Ini merupakan kontrak terakhir dengan pagu anggaran sebesar Rp 27 miliar. “Jangan lagi ada putus kontrak, agar jembatannya bisa bisa dimanfaatkan masyarakat dan fungsional. Kalau putus kontrak, anggarannya baru akan disediakan, pada tahun 2020,” tandas Wakil Ketua I DPRA itu.

Sementara Dirut PT Prapen Prima Mandiri, Mawardi mengatakan, pihaknya masih optimis pelaksanaan proyek jembatan itu akan selesai sesuai dalam kontrak kerja. “Kalaupun nanti terjadi pergeseran waktu penyelesaian, yang disebabkan hujan atau bencana alam banjir, paling telat pada akhir tahun ini, pengecoran semua lantai jembatannya sepanjang 300 meter, bisa selesai,” ujarnya.

Dijelaskan, sesuai jadwal pekerjaan yang sudah disusun, pengecoron lantai jembatan akan tuntas pada tanggal 15 Desember 2018. Perkiraan itu, bila dalam dua minggu ke depan, jumlah hujan yang turun, tidak setiap hari dan tidak menimbulkan banjir di bantaran sungai.

Kepala Dinas PUPR Aceh, Fajri mengatakan, pelaksanaan pembangunan jembatan Lamreung-Limpok sudah sampai pada tahap VII, yaitu pekerjaan pemasangan gelagar beton jembatan, pengecoran lantai jembatan dan pemesangan pagar jembatan kanan-kiri masing-masing sepanjang 300 meter. Hasil pantuan kami di lapangan, realisasi yang dilaporkan kontraktornya Pak Mawardi, sudah mencapai 66 persen. Ini artinya tinggal 34 persen lagi.

Sisa pekerjaan 34 persen itu, kata Fajri, bisa dituntaskan, karena semua bahan materialnya sudah berada di lokasi jembatan. Misalnya gelagar beton, sudah tersedia, kemudian besi ulir untuk tulang jembatan juga, sebagian sudah diikat di atas gelagar beton. Tinggal sekarang ini, rekanannya menambah jumlah buruh, dan sip jam kerjanya buruhnya, dalam satu hari harus tiga sip, sehingga tidak ada waktu yang kosong.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved