Aceh Utara Tertinggi HIV/AIDS

Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara hingga November 2018 menemukan 97 kasus warga terjangkit Human Immunodeficiency Virus

Aceh Utara Tertinggi HIV/AIDS
STOP HIV AIDS 

* Didominasi LSL
LHOKSUKON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara hingga November 2018 menemukan 97 kasus warga terjangkit Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2017 lalu yaitu 81 kasus.

Malahan, angka tersebut termasuk tertinggi dari 22 kabupaten/kota di Aceh. Dari 16 kasus yang ditemukan dalam 2018, didominasi kasus lelaki seks lelaki (LSL). Untuk kasus terbaru ditemukan seorang ibu hamil.

“Dalam tahun ini, kita bisa menemukan lebih banyak kasus atas bantuan kader kita dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, kita berharap kepada kader agar lebih aktif lagi mengajak mereka yang masih enggan untuk diperiksa, supaya mau berobat,” ujar Pengelola Program HIV-AIDS dan IMS Dinas Kesehatan Aceh Utara, Sri Mulyati Mukhtar kepada Serambi di sela-sela acara symposium di Lhokseumawe, kemarin.

Menurut Sri Mulyati, dari 97 kasus tersebut, yang sudah meninggal 48 orang. Sedangkan yang masih hidup 49 orang. Dari jumlah itu yang masih dalam perawatan 32 orang. Sedangkan selebihnya sudah pindah tanpa pemberitahuan kepada petugas, sehingga belum diketahui alamat, serta ada yang tak bersedia lagi minum obat.

Sementara Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Utara, dr Achariani Fitri mengungkapkan, dari 27 kecamatan di Aceh Utara kasus terbanyak berada di Kecamatan Dewantara dengan jumlah 14 kasus. Disusul kemudian Baktiya 9 kasus. Sedangkan untuk Lhoksukon, Meurah Mulia, dan Muara Batu masing-masing tercatat enam kasus. “Dari jumlah itu, orang dengan HIV-AIDS (ODHA) untuk sebanyak lelaki 60, dan perempuan 37 kasus,” kata Achariani.

Dari jumlah kasus tersebut yang ditemukan, 80 persen diantaranya dibawa oleh kader. Dalam kesempatan itu, Dinas Kesehatan Aceh Utara supaya mengapresiasi atas peran aktif kader dalam membawa kader mereka.

“Kasus terbanyak HIV yang ditemukan di Aceh Utara karena heteroseksual. Kemudian kasus lelaki seks lelaki juga sudah meningkat dan yang ketiga karena narkoba,” tutup Kasis P2P Dinkes Aceh Utara.

Gelar Aneka Lomba
Dalam memperingati Hari HIV-AIDS sedunia pada 1 Desember, Dinas Kesehatan mengadakan berbagai lomba. Diantaranya lomba menulis artikel, untuk juara juara satu diraih Teuku Kemal Fasya akademisi Universitas Malikussaleh dengan judul Artikel Menangani HIV/AIDS, Jalan yang Jarang Ditapaki, juara dua diraih Asmaul Husna Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Cabang Lhokseumawe dengan judul Penderita HIV/AIDS, Antara “Sembuh” dan Terbunuh Stigma, dan juara tiga diraih Rita Zahara petugas media asal Bireuen.

Sedangkan juara harapan satu sampai lima diraih, masing-masing Bisma Yadhi Putra, Rizki Kamal, Zulfikar Husein, Safwati, Ns Zamna Idyan MNS. Kemudian, untuk lomba Olimpiade HIV-AIDS untuk tingkat SMA. Juara satu diraih Zia Khalila, dan juara M Fajar keduanya SMAN1 Dewantara. Sedangkan juara tiga, Nurkadawi (SMAN1 Syamyalira Bayu).

Sedangkan untuk tingkat kampus, juara satu diraih Fajri Auratisda, dan juara dua Jessica keduanya mahasiswa Unimal. Sedangkan juara tiga diraih Rika Silvia dari Akkes Pemkab Aceh Utara.(jaf)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved