Polisi Didesak Usut Proyek Tanggul

Forum Pemantau dan Kajian kebijakan (Formak) Aceh Selatan mendesak kepolisian mengusut tuntas indikasi dugaan

Polisi Didesak Usut Proyek Tanggul
Ombak besar melewati tanggul pemecah ombak di kawasn Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (25/2). SERAMBI/BUDI FATRIA 

TAPAKTUAN - Forum Pemantau dan Kajian kebijakan (Formak) Aceh Selatan mendesak kepolisian mengusut tuntas indikasi dugaan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) pada proyek tanggul batu gajah pengendalian banjir Krueng Labuhan Haji di Gampong Pawoh dan Gampong Apha, Aceh Selatan oleh CV GBR senilai Rp 786.324.000.

“Kami menduga, proyek ini bermasalah dalam pemenangan tender dan pengerjaan fisik di lapangan. Perbuatan melawan hukum yang terjadi dalam proses tender proyek di lingkungan Pemerintahan Aceh terindikasi dari adanya pemalsuan surat dukungan penawaran lelang oleh rekanan pemenang tender CV GBR yang menggunakan surat dukungan bodong (tanpa sepengetahuan pemilik izin galian C),” ungkap Ketua Formak, Ali Zamzami kepada Serambi, Jumat (30/11).

Menurutnya, hal itu pernah dipersoalkan oleh pemilik usaha galian C di bawah naungan CV Syuhada Grup, beberapa waktu, setelah pemenang tender diumumkan oleh pihak ULP Aceh. “Diduga, pihak Pokja tidak mengecek keabsahan dokumen kelengkapan perusahaan peserta lelang ke pihak pemberi dukungan untuk memastikan asli atau bodong dukungan tersebut,” paparnya.

Selain persoalan tender, lanjut dia, pengerjaan fisik di lapangan oleh CV GBR juga terindikasi kuat adanya kecurangan dan tidak sesuai dengan spesifikasi/bestek.”Kita berharap, persoalan ini benar-benar diusut supaya menjadi terang,” pungkasnya.(tz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved