Ribuan Hektare Lahan di Padang Tiji Gagal Digarap, Ini Penyebabnya

Atas kondisi demikian masyarakat mendesak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) untuk turun tangan agar menyelesaikan kendala.

Ribuan Hektare Lahan di Padang Tiji Gagal Digarap, Ini Penyebabnya
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Warga Kecamatan Padang Tiji, Pidie memperhatikan pembangunan saluran irigasi yang dibangun seputaran waduk Rajui, Senin (3/12/2018). 

Laporan Idris Ismail I Pidie

SERQMBINEWS.COM, SIGLI - Ribuan petani di lima gampong, Kecamatan Padang Tiji, Pidie, mengeluh pembangunan saluran irigasi yang tak tepat waktu. Kondisi ini menyebutkan laham mereka 2.500 Ha tak dapat digarap menyusul suplai air terhambat.

M Nasir (45), salah satu petani di Gampong Kupula, Kecamatan Padang Tiji, Pidie kepada Serambinews.com, Senin (3/12/2018) mengatakan, 2.500 Ha lahan di lima gampong tersebut tersebar di Desa Kupula Tanjong, Khan Tanjong, Meunia Tanjong, Baro Beurabo, dan Seuleunging Beurabo gagal menggarap lahan tanam padi.

Baca: Abi Lampisang, Mantan Wali Kota dan Sejumlah Tokoh Aceh Kunjungi Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor

"Jadi, dampak pembangunan saluran irigasi dari waduk Rajui yang dilakukan saat kondisi musim turun sawah pada musim rendengan ini menyebabkan suplai air menjadi terhambat," sebutnya.

Sementara sebagian warga lainnya telah mulai menanam padi.

Baca: Drone Tempur Amerika Serikat Serang Kawasan Selatan Afghanistan, Komandan Senior Taliban Terbunuh

Atas kondisi demikian masyarakat mendesak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) untuk turun tangan agar menyelesaikan kendala yang dihadapi oleh ribuan petani.

"Jujur saja, para petani selama ini sangat bergantung suplai air dari waduk Rajui," ujarnya.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved