Opini

Fasilitas Kesehatan Aman Bencana

INDONESIA pada umumnya dan Aceh khususnya, merupakan suatu wilayah yang rawan terjadi bencana

Fasilitas Kesehatan Aman Bencana
KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRA
Dokter Fajri Nurjamil, dokter asal Aceh yang mengabdi di Kabupaten Asmat, Papua. 

RS aman bencana
Saat bencana dan situasi darurat, fasilitas-fasilitas kesehatan sangat diperlukan untuk menyelamatkan jiwa para korban. Karena itu, fasilitas kesehatan harus ditata dengan baik dan memadai, serta tenaga kesehatan yang terlatih dalam menangani kegawatdaruratan. Ketika RS dan fasilitas kesehatan lainnya hancur, perawatan untuk mereka yang sakit menjadi terhambat. Kondisi aman di RS dan fasilitas kesehatan lainnya dapat ditingkatkan melalui upaya terpadu dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, guna menjawab meningkatnya risiko akibat bencana.

Selama keadaan darurat dan bencana, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya harus tetap aman, mudah didatangi dan berfungsi pada kapasitas maksimum dalam usaha membantu keselamatan jiwa. Bangunan RS dan fasilitas kesehatan mempunyai peranan penting pada situasi terjadinya bencana dan keadaan darurat. Struktur bangunan rumah sakit harus tetap kokoh dan tetap dapat beroperasi pada kondisi darurat. Untuk memastikan bahwa bangunan rumah sakit dapat bertahan pada kondisi darurat dan bencana, penilaian terhadap kelemahannya sangat perlu, baik dari sisi struktural maupun non struktural.

Keselamatan bangunan RS dalam situasi darurat dan bencana ditujukan, terutama untuk petugas yang memahami peran penting RS dan fasilitas perawatan. Kesehatan selama situasi darurat dan bencana. Petugas dimaksud termasuk petugas adiministrasi dan menajer sebagai pengguna utama dari pedoman teknis ini, pengunjung dan pasien sebagai klien harus diprioritaskan keselamatannya.

RS yang aman memerlukan visi dan komitmen untuk memastikan bahwa RS berfungsi penuh, terutama selama keadaan darurat dan bencana. Untuk itu perlu melibatkan berbagai sektor, seperti perencanaan pengoperasian RS, keuangan, pelayanan publik, arsitektur dan rekayasa dalam menentukan kelemahan bangunan RS dan menangani perbaikannya.

RS aman adalah menyediakan pelayanan kesehatan yang efisien setiap waktu, bahkan setelah bencana terjadi atau pada saat tanggap darurat, tangguh dan terorganisir dengan tersedianya rencana kontijensi serta memiliki tenaga kerja yang terlatih untuk memastikan bahwa RS tersebut tetap bisa menjalankan fungsinya pada saat krisis. Secara struktur bangunan, tahan menghadapi ancaman bahaya bencana dan tidak akan rusak berat ataupun rubuh pada kejadian ekstrem mengguncangnya, yang dapat mengakibatkan pasien, keluarga pasien dan staf rumah sakit mengalami luka/cedera.

Dalam menghadapi bencana, diperlukan kesiapsiagaan yang dilakukan oleh RS. Mulai dari evakuasi hingga penanganan pada pasien harus benar-benar dilakukan dengan baik agar tidak terjadi masalah yang lebih besar. RS harus mempunyai rencana pada saat darurat dan standar operasional prosedur (SOP) pada keadaan darurat bencana. Dengan begitu pada saat terjadi bencana, lintas komunitas di RS sudah tahu mekanisme. Mulai dari tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat, security dan bahkan sampai keluarga pasien harus tahu apa yang dilakuan pada saat terjadinya ancaman bencana.

Oleh karena itu, untuk mempersiapkan kesiapan tenaga medis diperlukan simulasi-simulasi dalam menghadapi ancaman bencana. Dokter, perawat, bidan dan petugas administrasi maupun petugas keamanan juga memerlukan perlindungan dari ancaman bencana. Menurut UU No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 164 menyatakan; upaya kesehatan ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat, dan terbebas dari gangguan kesehatan, serta pengaruh buruk oleh pekerjaan di semua tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai risiko bahaya akibat bencana dan potensial bahaya, di antaranya adalah rumah sakit. Nah!

* Aswadi, S.Pd., M.Si., pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Banda Aceh, anggota Ikatan Alumni Mahasiswa Ilmu Kebencanaan (Ikamik) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Email: aswadilapang@gmail.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved