Teliti Tsunami, STIES Gandeng Dua Universitas Jepang

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh akan berkerja sama dengan dua universitas terkemuka

Teliti Tsunami, STIES Gandeng Dua Universitas Jepang
SERAMBI/M NASIR YUSUF
DUA peneliti Jepang, Taisaku Hashimoto dari The University of Tokyo dan Atsuko Yasutake PhD dari Nagasaki University foto di depan tugu peringatan tsunami usai melakukan pertemuan dengan Ketua STIES Banda Aceh, Rusman SE MSi di kampus setempat, Senin (3/12). 

BANDA ACEH - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES) Banda Aceh akan berkerja sama dengan dua universitas terkemuka Jepang untuk melakukan penelitian pascagempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 silam.

Ketua STIES Banda Aceh, Rusman SE MSi kepada Serambi mengatakan, penelitian ketiga perguruan tinggi tersebut, yakni STIES Banda Aceh, The University of Tokyo, dan Nagasaki University, meliputi bidang riset dan perkembangan pariwisata Banda Aceh pascastunami. “Kita siap memberikan kontribusi, terutama tenaga pendamping, baik tenaga dosen dan mahasiswa bagi para pakar dari ‘Negeri Sakura’ itu saat dalam melakukan riset di Aceh,” katanya.

Rusman yang didampingi Banta Karollah SE seusai melakukan diskusi dengan Taisaku Hashimoto dari The University of Tokyo dan Atsuko Yasutake PhD dari Nagasaki University di kampus STIES Banda Aceh, Senin (3/12)k kemarin mengatakan keterlibatan para tenaga pengajar dan , menambahkan, keterlibatan pihaknya dalam penelitian tersebut sangat penting untuk pengalaman internasional. “Kita berharap, dengan keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam pendampingan itu, ke depan dosen dan alumni STIES bisa melakukan riset berkelas internasional,” tukasnya.

Selain dengan STIES, beber Rusman, kedua pakar di bidang riset tersebut juga bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry. Sedangkan menyangkut kerja sama lebih lanjut, ucap dia, kedua tenaga pengajar dari dua universitas terkemuka di Jepang itu akan dibahas lebih lanjut dengan rektor masing-masing.

Pertemuan dengan dua dosen dari ‘Negeri Matahari Terbit’ itu turut dihadiri sejumlah tenaga pengajar STIES, di antaranya Dr Yahya Kobat, Ferdi Sijabat, dan para ketua jurusan dan lembaga di lingkungan sekolah tinggi tersebut.(sir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved