20 Warga Rohingya Mendarat di Kuala Idi

Sebanyak 20 warga muslim Rohingya asal Myanmar, Selasa (4/12) sekitar pukul 08.10 WIB, mendarat di Pelabuhan

20 Warga Rohingya Mendarat di Kuala Idi
SERAMBI/ SENI HENDRI
SEBANYAK 20 warga Rohingya saat dibawa dengan truk ke Kantor Imigrasi Langsa, untuk di datadan diverifikasi identitasnya, Selasa (4/12) pukul 08.10 WIB 

IDI - Sebanyak 20 warga muslim Rohingya asal Myanmar, Selasa (4/12) sekitar pukul 08.10 WIB, mendarat di Pelabuhan Kuala Idi, Gampong Blang Geulumpang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur. Informasi yang dikumpulkan Serambi, saat merapat ke Pelabuhan Idi di bawah guyuran hujan, mereka menggunakan boat pancing berukuran di bawah 10 GT.

Ke-20 warga Rohingya yang tidak memiliki dokumen apapun dan tak bisa berbahasa Indonesia yaitu Hafiz Muhammad Ismail (20), Muhammad Takim (18), Muhammad Amin (14), Nur Islam (19), Suef Muhammad (50), Abdul Karem (14), Muhammad Hayat (15), Muhammad Salem (27), Muhammad Salem (17), Amir Ali (28), Salmulloh (24), Muhammad Nur Syumi (18), Abdul Maud (16), Harsyik (16), Abdul Rohim (14), Muhammad Idris (18), Rusyi Tamot (28), Abdul Rizik (19), Syekara Khumar (13), dan Muhammad Zen (14).

Mereka hanya mengaku sebagai muslim dan merupakan suku Rohingya dari Myanmar. Hingga sore kemarin, Forkopimda Aceh Timur dan Danposal TNI AL Pos Kuala Idi, intens berkoordinasi dengan Imigrasi Langsa terkait penanganan lanjutan terhadap 20 warga Rohingya tersebut. Pemkab Aceh Timur curiga mereka bukan pengungsi dari Myanmar, tapi sengaja masuk ke Pelabuhan Idi. Sebab, mesin boat hidup dan di dalamnya ada stok bahan bakar minyak (BBM) sekitar 250 liter.

“Pengalaman sebelumnya, di antara mereka ada juga warga asal Bangladesh. Karena itu, biarkan dulu pihak Imigrasi dan UNHCR menyelidikinya,” jelas Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM), Nasruddin, kepada Serambi, kemarin.

Asisten II Setdakab Aceh Timur, Usman A Rahman, juga menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan ke-20 warga tersebut sebagai pengungsi Rohingya. “Belum bisa dikatakan sebagai pengungsi. Sebab, cara mereka masuk ke daerah kita bukan terdampar, tapi nyelonong ke tempat keramaian di Kuala Idi, lalu mendarat,” jelas Usman didampingi Kadis Sosial Aceh Timur, Elfian, Wakapolres Aceh Timur, Kompol Warosidi, dan Kasi Intel Imigrasi Langsa, Fachriyan.

Menurut Usman, ke 20 warga tersebut sudah ditempatkan pada salah satu pos TNI AL di Kuala Idi. Selanjutnya, mereka diberikan makanan, pakaian, dan dicek kesehatannya oleh tim medis Aceh Timur. Dikatakan, indikator mereka sebagai pengungsi antara lain boat yang ditumpangi terdampar serta di antara mereka ada anak-anak dan perempuan.

“Tapi yang datang ini semuanya laki-laki dan dominan usia produktif. Karena itu, untuk mengetahui status, asal negara, dan tujuan mereka, kami berkesimpulan bahwa mereka perlu diverifikasi oleh Imigrasi,” jelas Usman.

Jika hasil pemeriksaan oleh pihak Imigrasi Langsa dan UNHCR dinyatakan mereka benar sebagai pengungsi, lanjut Usman, maka Pemkab Aceh Timur siap menanganinya. “Saat ini mereka dibawa dulu ke imigrasi untuk diperiksa status, asal negara, dan tujuan mereka. Sebab, WNA yang masuk ke Indonesia harus diperiksa oleh pihak Imigrasi. Kalau status mereka sudah pasti sebagai pengungsi, Pemkab Aceh Timur siap membantunya,” timpal Usman.

Kasi Intel Imigrasi Langsa, Fachriyan, menambahkan, untuk sementara ini ke 20 warga Rohinga tersebut dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas ll TPI Langsa.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved