Darurat Bencana Ditambah 10 hari

Masa tanggap darurat untuk musibah banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara)

Darurat Bencana Ditambah 10 hari
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Seratusan rumah rusak diterjang banjir bandang di Desa Natam Baru, Kecamatan Badar, Agara, Jumat (30/11/2018) sekitar pukul 18.30/WIB. Selain itu, 23 rumah hanyut akibat diterjang banjir bandang. Selain itu, ratusan hektare lahan pertanian masyarakat terancam gagal panen. 

* Dana Tanggap Darurat Sudah Habis Tersedot
* BPBD Siapkan Dua Lokasi Dapur Umum

KUTACANE - Masa tanggap darurat untuk musibah banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) pada Jumat (30/11), diperpanjang selama 10 hari lagi, dari sebelumnya 7 hari menjadi 17 hari. Penambahan itu dikarenakan masih banyaknya material banjir yang berserakan dan belum dibersihkan.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Kutacane, Ramisin, kepada Serambi, Selasa (4/12). “Rencananya darurat bencana itu akan berakhir pada 13 Desember 2018,” katanya.

Ramisin menjelaskan, penambahan masa tanggap darurat dilakukan karena masih banyak material banjir yang belum dibersihkan, seperti lumpur, batu dan kayu gelondongan.

Disebutkannya, banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Leuser yang meliputi Desa Bunbun Indah, Permata Musara, Bunbun Alas, Serakhut, Tuah Kekhine, Akhih Mejile dan Sade Ate telah menyebabkan 2.345 meter jalan tertimbun dan dua jembatan di Bunbun Indah, satu jembatan di Permata Musara, dan satu jembatan di Bunbun Alas terputus. “Kita akan kerahkan 10 beko untuk membersihkan material banjir tersebut,” ujar Ramisin.

Selain itu, pihaknya juga mengaku telah menyiapkan dua dapur umum untuk para korban banjir bandang di Desa Natam Baru Kecamatan Badar dan Desa Kayu Mentangur, Kecamatan Ketambe. Jumlah korban banjir bandang di Desa Natam Baru mencapai 250 orang atau 72 Kepala Keluarga (KK) dan di Kayu Mentangur mencapai 82 orang dari 27 KK, dengan jumlah total mencapai 332 jiwa.

“Kita dirikan dua lokasi dapur umum, masing-masing di Desa Natam Baru persisnya di sekolah MTsS Darul Hasanah dan Kayu Mentangur dekat masjid,” sebut Kalaksa BPBD Kutacane ini.

Ia memastikan stok pangan untuk kebutuhan para pengungsi terpenuhi. “Pengungsi kita beri makan tiga kali sehari. Stok telah kita siapkan dan jika habis langsung kita belanja lagi,” jelas Ramisin.

Seluruh dana yang dikeluarkan di masa tanggap darurat ini akan ditampung dalam APBK 2019 mengingat dana tanggap darurat 2018 sebesar Rp 10 miliar telah habis tersedot untuk pembangunan bronjong dan normalisasi di Desa Pedesi, Kandang Blang, Jambur Papan, Mbak Sako, Alur Langsat, Bambel Gabungan, Biakmuli, dan daerah lainnya.

“Jadi untuk musibah banjir bandang Desa Natam Baru dan Kayu Mentangur terpaksa ditampung dalam anggaran tahun 2019 dan Bupati Agara telah mengeluarkan Perbupnya,” ungkap Ramisin.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved