Breaking News:

PLN Bongkar 124.564 Meteran

PT PLN (Persero) Cabang Langsa sedang membongkar 124.365 KWH meter pascabayar, seiring melakukan tunggakan

Editor: bakri
YOUTUBE
Ilustrasi 

* Tunggakan Rp 23,7 Miliar di Lima Kabupaten

LANGSA - PT PLN (Persero) Cabang Langsa sedang membongkar 124.365 KWH meter pascabayar, seiring melakukan tunggakan dengan jumlah mencapai Rp 23,7 miliar yang tersebar di lima kabupaten. Para pelanggan itu menunggak antara 1 sampai 3 bulan dan jika segera dilunasi, maka pemutusan KWH meter tidak akan dilakukan.

Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PT PLN Langsa sedang bekerja di Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang dan wilayah tengah Aceh, Aceh Tenggara dan Gayo Lues. Pembongkaran atau pemutusan sementara aliran listrik ke rumah pelanggan dilakukan secara bertahap.

Manager PT PLN UP3 Langsa, Edy Syahputra, Selasa (4/12) mengatakan, pembongkaran atau pemutusan sementara jaringan listrik sudah dimulai sejak 1 Desember 2018 dan ditargetkan selesai dalam bulan ini juga. “Penunggak tertinggi dari lima kabupaten/kota terdapat di Langsa dengan jumlah 42.980 pelanggan,” jelasnya.

Dia menyatakan area penunggak tertinggi berikutnya terdapat di Idi, Aceh Timur dengan jumlah 28.437 pelanggan. Kemudian, Kutacane (Aceh Tenggara) sebanyak 23.997 pelanggan, Peureulak (Aceh Timur) sebanyak 12.501 pelanggan dan yang terendah di Gayo Lues dengan hanya 216 pelanggan.

Edy menjelaskan untuk tunggakan tagihan rekening listrik, Idi, Aceh Timur berada di posisi teratas dengan jumlah Rp 19.180.310.398. Kemudian,

Langsa Kota Rp 12.316.259.377; Peureulak Aceh Timur Rp 10.279.366.905; Kualasimpang Aceh Tamiang Rp 4.596.150.596; Kutacane Aceh Tenggara Rp 3.325.588.014 dan Blangkejeren, Gayo Lues Rp 513.576.784

Menurut Edy, bagi pelanggan yang telah dibongkar, maka patugas akan melaksanakan penyambungan kembali, jika telah melunasi tunggakan rekening listrik. Ditambahkan, saat penyambungan kembali aliran listrik, maka dikenakan biaya dan mengganti KWH meter dari pascabayar menjadi prabayar.

Edy berharap, pelanggan segera membayar tagihan rekening listrik, sehingga tidak dilakukan pembongkaran. “Jika pelanggan ingin melakukan pelunasan tunggakan rekening listrik, maka pemutusan aliran listrik akan dibatalkan, tetapi jika tidak, terpaksa dilakukan pemutusan sementara,” jelasnya.

Edy menyebutkan, sebelum pembongkaran KWH Meter dan MCB pelanggan, pihaknya telah melakukan pemberitahuan baik melalui radio, keuchik di setiap gampong, maupun pihak terkait lainnya.

Sementara itu untuk pelanggan pemerintahan di 5 kabupaten/kota maupun perusahan-perusahaan lainnya, menurut Edy Syahputra, selama ini selalu tepat melakukan pembayaran tagihan rekening listrik.

Dia juga menyampaikan terimakasih kepada pihak pemerintahan maupun pelanggan pascabayar lainnya, atas kerjasamanya yang telah terbangun dengan baik selama ini.(zb)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved