Luar Negeri

Militer Rusia Keluarkan Senjata Canggih Terbaru, Hancurkan Fasilitas Musuh Dalam Hitungan Detik

Laser Peresvet merupakan salah satu dari senjata baru yang diperkenalkan Presiden Vladimir Putin dalam pidato di pertemuan nasional Maret lalu

Militer Rusia Keluarkan Senjata Canggih Terbaru, Hancurkan Fasilitas Musuh Dalam Hitungan Detik
(Russian Ministry of Defense via Newsweek)
Inilah Peresvet. Senjata laser yang diperkenalkan Rusia. 

Diberitakan SCMP pada Minggu (1/7/2018), sejumlah peneliti yang mengaku terlibat dalam pengembangan senjata tersebut mengatakan, senapan ZKZM-500 dapat menghasilkan dan melepas gelombang energi tak kasatmata yang mampu menembus objek seperti jendela.

Saat mengenai bidang sasaran, gelombang energi itu akan mampu memicu reaksi karbonisasi secara instan.

Baca: Kenaikan Harga Emas Berlanjut Hari Ini, Termasuk Harga Pembelian Kembali, Berikut Rinciannya

Peneliti mengatakan, senapan laser yang menggunakan sumber daya dari baterai lithium yang dapat dicas seperti pada baterai ponsel tersebut mampu melepaskan hingga 1.000 kali tembakan energi.

Namun banyak pihak setelah membaca berita tersebut mengatakan, teknologi seperti yang disampaikan peneliti masih sebatas cerita fiksi ilmiah.

"Tidak mungkin laser yang menggunakan daya baterai lithium-ion berukuran kecil mampu menghasilkan panas dari jarak jauh, apalagi hingga 800 meter," tulis salah satu komentar dalam laman TechCrunch.

Kritik tersebut mengatakan, laser akan semakin menyebar saat jarak objek semakin jauh dan akan menjadi lebih lemah lagi.

Baca: Di Tengah Mencuatnya Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi, Adik Pangeran Mohammed Kembali ke Amerika

"Semoga mereka segera menampilkan demonstrasi nyata dari senjata tersebut dan membuat saya malu," lanjut komentar.

Sebagai jawaban, perusahaan yang memproduksi senapan laser itu pun merilis sebuah bukti video seseorang tengah mencoba senapan AK-47 versi laser itu.

Dalam rekaman tampak perusahaan ZKZM Laser melakukan uji coba senjata di atap sebuah gedung di Xian, Provinsi Shaanxi yang dilakukan pada bulan Mei.

Perusahaan produsen senjata, yang dimiliki Institut Optik dan Mekanik Presisi Xian, berada di bawah Akademi Sains China, mengklaim senjata tersebut dapat mencapai target hingga jarak 800 meter.

Baca: Praktik Jual Beli Blangko E-KTP Bebas di Pasar Online, KPU Sebut Berbahaya untuk Pemilu

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved