Paloh Berharap Parlok tetap Eksis di Aceh

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, berharap partai lokal (parlok) di Aceh tetap eksis

Paloh Berharap Parlok tetap Eksis di Aceh
SERAMBI/MASRIZAL
KETUA Umum Partai NasDem, Surya Paloh didampingi pengurus DPW Partai NasDem Aceh melambaikan tangan seusai membuka acara pembekalan caleg dan rakor Bappilu partai tersebut di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis (6/12). 

BANDA ACEH - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, berharap partai lokal (parlok) di Aceh tetap eksis. Sebab, hal itu merupakan salah satu simbol kekhususan provinsi paling barat Indonesia. Tapi, menurutnya, dalam membangun Aceh, parlok tidak bisa berjalan sendiri, namun harus bersinergi dengan partai nasional.

Pernyataan itu disampaikan Surya Paloh saat membuka acara pembekalan caleg dan rapat koordinasi (rakor) Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Kamis (6/12). Kegiatan itu diikuti semua caleg dari partai tersebut mulai dari calon anggota DPR RI, DPRA, dan DPRK.

“Kita bantu sepenuhnya perjuangan partai lokal, termasuk Partai Aceh. Kita ingin mereka eksis di wilayah (Aceh) ini. Kita juga ingin membangun kesadaran, tidak mungkin partai lokal bergerak sendiri (membangun Aceh) tanpa bersimbiosis dengan partai nasional,” kata Paloh yang merupakan putra Aceh tersebut.

Karena itu, Paloh menyambut baik kehadiran kader Partai Aceh yang mencalonkan diri ke DPR RI lewat partainya. Mereka adalah Tgk Muharuddin (mantan Ketua DPRA), Tgk Anwar Ramli (Ketua Komisi IV DPRA), Effendi (Ketua Komisi III DPRA), dan mantan bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Jufri Hasanuddin.

“Saudara bisa merasakan arti keberadaan saudara sebagai kader partai ini, partai yang saya dirikan sebagai darahnya anak Aceh. Partai ini sekarang bukan hanya sebagai partai lokal, tapi partai nasional. Bukan hanya sekedar partai nasional tapi partai nasional yang membawa perubahan besar,” ujar dia.

Menurut Paloh, dengan bersimbiosisnya partai lokal dan partai nasional, pembangunan Aceh Hebat akan mudah dicapai. “Kalau partai lokal memiliki patner dengan partai nasional yang lain, silakan. Tapi yang pasti ketua umumnya bukan anak Aceh,” ujar Paloh yang disambut tepuk tangan peserta acara tersebut.

Dalam sesi wawancara seusai acara, Paloh kembali mempertegas kalimatnya. Dengan semua potensi dan kemampuan yang dimiliki, seharusnya Aceh lebih hebat dari daerah lain. “Cuma sayang, kita harus jujur mengakuinya bahwa kita banyak buang energi untuk yang kurang pas,” ungkap dia.

Penyebabnya, sambung Paloh, karena selama ini elite Aceh terlalu mendahulukan hal-hal yang tidak subtansial. Padahal, jika pemerintah mendahulukan membangun infrastruktur yang bagus dan membuka isolasi daerah, maka Aceh bukan lagi daerah yang paling jauh tapi lebih dekat dengan provinsi lain.

“Saya kasih contoh, dulu kita pernah ada jalan kereta Api. Sekarang ada nggak! Jalan darat kita dengan yang dulu dan sekarang, bedanya apa? Padahal kita ini daerah otsus, berapa waktu lagi kita ada otsus?” kata Paloh seraya mengulangi pentingnya partai lokal bersinergi dengan partai nasional.

Pada kesempatan itu, Surya Paloh juga menekankan kepada calegnya untuk meraih kemenangan pada Pemilu 2019. Ia berharap, Partai NasDem Aceh bisa menambah kursi di parlemen, khususnya DPR RI. Ketua DPW Partai NasDem Aceh, Zaini Djalil menyampaikan, tugas yang diberikan ketua umum agar partai tersebut bisa menambah kursi pada setiap parlemen di Aceh sudah diterimanya. Karena itu, ia mengajak semua caleg untuk berjuang bersama meraih kemenangan untuk membangun Aceh.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved