Jaringan Aneuk Syuhada Aceh Klaim Hanya Malik Mahmud yang Peduli pada Anak Korban Konflik Aceh

justru Apa Karya yang selama ini tidak memiliki kontribusi apapun dalam merawat para anak korban konflik Aceh

Jaringan Aneuk Syuhada Aceh Klaim Hanya Malik Mahmud yang Peduli pada Anak Korban Konflik Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
Juru Bicara JASA, Zulfikar Yah Jhon 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) mengklaim selama ini hanya Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar yang telah berkontribusi besar dalam menjaga dan merawat anak korban konflik pascaperdamaian.    

Pernyataan itu disampaikan JASA kepada Serambinews.com, Rabu (12/12/2018) melalui rilis untuk menanggapi tudingan mantan menteri pertahanan GAM, Zakaria Saman alias Apa Karya terhadap kinerja Malik Mahmud selaku Wali Nanggroe IX selama satu periode.   

Baca: Apa Karya Sebut Malik Mahmud tak Jalankan Fungsi

"Sejak perdamaian, hanya Tengku Malik Mahmud selaku elit GAM yang menjaga serta merawat kami. Hal ini sudah beliau lakukan jauh sebelum Malik Mahmud menjadi Wali Nanggroe sampai sekarang," tegas Juru Bicara JASA, Zulfikar Yah Jhon.

Menurut Zulfikar, justru Apa Karya yang selama ini tidak memiliki kontribusi apapun dalam merawat para anak korban konflik Aceh.

Sedangkan perhatian Malik Mahmud sangat besar, tidak saja meredam rasa sakit hati, tapi juga membimbing untuk terus menjaga perdamaian Aceh.

Baca: Majelis Tinggi WN Sepakat Malik Mahmud Jabat Kembali Wali Nanggroe Periode 2018-2023

"Apa Karya tidak pernah memberi perhatian kepada kami. Apalagi membimbing kami selaku anak-anak korban konflik. Seharusnya, Apa Karya bisa bercermin dari sikap Tengku Malik Mahmud kepada Aceh. Beliau meredam rasa sakit hati kami kepada republik," ujarnya.

Alumnus Manajemen Universitas Serambi Mekkah ini menambahkan, pasca perdamain Aceh, Apa Karya justru lebih fokus mengurus dirinya sendiri dari pada Aceh.

Hal ini, ungkap Zulfikar, telah dimonitoring oleh JASA selaku wadah perkumpulan korban konflik.

Baca: Husaini Hasan: Pemilihan Wali Ditutup-tutupi

"Apa Karya cuma geupeuglah peucöek dröe geuh. Tidak pernah berkorban untuk para korban konflik Aceh, serta tidak pernah hadir dalam setiap perselisihan yang terjadi di Aceh. Berbeda dengan Tengku Malik, beliau sudah mengorbankan banyak hal bahkan sampai hari ini Malik Mahmud tidak memiliki apapun selain Aceh,'' pungkas Zulfikar.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved