Kemitraan dan Memperkuat PKK Aceh

MEMBANGUN itu adalah hal yang dilakukan selama ini baik dalam membangun kemitraan dengan kabupaten kota

Kemitraan dan Memperkuat  PKK Aceh
IST
PKK sebagai mitra Pemerintah harus terus bersinergi dengan seluruh SKPA yang ada dan mitra kerja lainnya yang mendukung program-program unggulan PKK Aceh Dr Ir Dyah Erti Idawati MT Wakil Ketua I TP PKK Aceh

MEMBANGUN itu adalah hal yang dilakukan selama ini baik dalam membangun kemitraan dengan kabupaten kota juga membangun dan menuntas 10 program pokoknya.

Dari berbagai kemitraan tersebut Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Aceh telah melakukan berbagai kegiatan misalnya pelatihan bagi ibuibu TP PKK Gampong dan kabupaten/kota, berbagai sosialisasi dan diskusi serta membangun kemitraan dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga-keluarga di Aceh.

Wakil Ketua I TP PKK Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT menjelaskan, bahwa PKK Aceh dalam tahun ini selain fokus dalam pelaksanaan rogram- program unggulan, pihaknya juga terus meningkatkan kemitraan dan memperkuat dukungan terhadappembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Aceh. “Artinya, PKK sebagai mitra pemerintah siap berjuang mewujudkan kesejahteraan rakyat karena PKK merupakan salah satu ujung tombak pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Aceh Sejahtera, Aceh Carong, Aceh Meuadap, dan Aceh Teuga,” ujarnya.

Demikian juga diharapkan kepada seluruh para kader dan pengurus PKK untuk dapat mengoptimalkan setiap program kerja yang yang telah ditetapkan pemerintah sehingga pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraanmasyakat. Ia menambahkan dalam 10 program pokok PKK tentu senantiasa harus disinergikan dengan berbagai programprioritas Pemerintah Aceh, untuk itu, para kader PKK baik di tingkat propinsi maupun di kabupaten kota harus senantiasa memberikan kontribusi dalam mewujudkan visi danmisi Pemerintah Aceh saat ini.

Dalam mensejahterakan keluarga TP PKK memiliki peran penting. Bahkan sebagai mitra pemerintahdalam membangun keluarga sejahtera TP PKK dituntut mempunyai sejumlah program baru dalam memaksimalkan kemitraannya. “PKK sebagai mitra Pemerintah harus terus bersinergi dengan seluruh SKPA yang ada dan mitra kerja lainnya yang mendukung program-program dan kegiatan unggulan PKK Aceh,” tegas Dr Dyah Erti Idawati yang juga istri Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT. TP PKK sebagai mitra kerja Pemerintah Daerah sangat potensial untuk melakukan atau melaksanakan program karena mempunyai jaringan yang cukup efektif mulai dari pusat sampai ke kelompok masyarkat terbawah. Oleh karena itu, diperlukan pemantapan kemampuan pengelolaan gerakan PKK dengan memanfaatkan sumber daya yang lebih berdayaguna dan berhasil guna.

“Salah satu program nawa cita yaitu membangun dari pinggiran yang mencerminkan titik fokus pembangunan adalah desa. Dan hal itu telah tertuang pula dalam Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa,” ungkap Dr Dyah Erti Idawati MT.

Menurutnya, gampong merupakan basis pertama dalam pembangunan dan menjadi tolak ukurkeberhasilan pembangunan daerah. “PKK dapat mengambil bagian penting dengan 10 program pokoknya yang merepresentasikan seluruhkebutuhan dasar setiap keluarga baik fisik maupun non fisik, sehingga PKK mampu menjadi garda terdepan dalam pembangunan keluarga yang berkualitas,” kata istri Plt Gubernur Aceh.

Wakil Ketua I TP PKK Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT
Wakil Ketua I TP PKK Aceh, Dr Ir Dyah Erti Idawati MT (IST)

Lebih lanjut dijelaskan, kedepan TP PKK Aceh terus melakukan koordinasi bersama SKPA atau Dinasdinasterkait sebagai mitra kerja pemerintah, salah satunya dalam hal membuat aksi nyata dalam berbagai hal, salah satunya adalah upaya menciptakan lebih banyak tenaga kerja diperdesaan melalui pembangunan ekonomi kreatif, usaha kecil menengah (UKM).

Sementara itu, kata Dyah ErtiIdawati, TP PKK Aceh tetap fokus pada program Pokok PKK dan di tahun 2019 tentu akan lebih banyak tantangan-tantangan baru di dunia dengan era digital, tentu itu harus waspada dengan menitikberatkan pada tiga program prioritas yakni aksi penanganan stunting, gotong royong dan aksi pencegahan bahaya gadget.

Untuk itu, saat ini PKK tidak bisalagi bekerja secara sendiri-sendiri makanya melalui mitra kerja supaya apa yang terjadi menjadi tantangan kita terutama sekali bagi generasi muda kita yang sekarang diambang kerusakan. “Dengan memperkuatnya kemitraan tentu akan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, selain juga apa yang menjadi permasalahan yang selama ini terjadi di Aceh dapat ditanggulangi bersama- bersama. Karena biasanya yang sendiri-sendiri itu daya ungkit kurang kuat, makanya dengan sinergisitas pihak terkait PKK juga bisa lebih banyak berbuat,” ujarnya.

Sepanjang tahun 2018 ini, berbagai kegiatan telah dilakukan untuk memperkuat PKK Aceh, antara lain sosialisasi UU perlindungan anak, kekerasan seksual dan pornografi, penguatan kader pendampingan ibu hamil dan pemanfaatan buku KIA (kesehatan ibu anak), parenting, pelatihan ketrampilan usaha ekonomi produktif dan kreatif, pelatihan pemanfaatan tanah pekarangan untukmenu bergizi keluarga, pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga untuk bank sampah dan pupuk organik, kontes buah.

“Harapan TP PKK Aceh, kegiatan yang dilakukan ini secara terstruktur juga dilakukan pendampingan oleh TP PKK Kabupaten/ kota untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Provinsi Aceh,” pinta Doktor Dyah Erti Idawati. Selanjutnya, istri Plt Gubernur Aceh ini berpesan agar kader dan pengurus TP PKK senantiasa meningkatkan kualitas dan jumlah kelompok Dasa Wisma dan kompetensi kader lainnya guna memantapkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Bahkan, hendaknya dapat meningkatkan dan memantapkan keberadaan para kader dalam pelaksanaan program PKK. “Semua yang tergabung dalam PKK terus bekerja keras dalam mewujudkan kesejahteraan,” demikian Ny Dyah Erti Idawati Nova Iriansyah.(Adv)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved