Kisah Jimmy Selamat dari Penembakan KKB: Diminta Mengaku jadi TNI dan Dieksekusi

Selain mengaku, kata Jimmy, ketiganya dipaksa untuk menenteng senjata laras panjang milik kelompok KKB sambil mengaku berasal dari anggota TNI.

Kisah Jimmy Selamat dari Penembakan KKB: Diminta Mengaku jadi TNI dan Dieksekusi
Kompas.com/IST
Helikopter milik TNI yang digunakan untuk mengevakuasi para korban pekerja di Nduga, Papua. 

SERAMBINEWS.COM, WAMENA - Setelah satu malam disekap tanpa diketahui akan dibunuh, 24 karyawan PT Istaka Karya dan seorang pegawai PUPR tiba di Puncak Kabo yang jaraknya 4 jam berjalan kali dari kamp tempat tinggal mereka di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Di Puncak Kabo, kondisi mereka dalam keadaan diikat dan diminta untuk berjongkok.

Bahkan, beberapa di antara mereka harus menjalani syuting video untuk mengaku sebagai anggota TNI.

Menurut Jimmy Rajagukguk, salah satu korban selamat, saat itu ada 3 orang rekan mereka yang merasa ketakutan lantaran diancam untuk dibunuh dan terpaksa mengaku sebagai anggota TNI dari Kopassus, BIN, atau Bais.

Baca: Dianggap Terlalu Kritis Terhadap Pemerintah Arab Saudi, Presenter Ini Dilarang Tampil di Acara TV

Baca: Seorang Anggota KKB Papua Berhasil Ditangkap Pasukan Gabungan TNI-Polri

Selain mengaku, kata Jimmy, ketiganya dipaksa untuk menenteng senjata laras panjang milik kelompok KKB sambil mengaku berasal dari anggota TNI.

"Jadi mereka membawa alat kamera untuk merekam. Ada 3 orang teman kami diminta mengaku sebagai anggota TNI yang berasal dari satuan Kopassus, BIN dan Bais. Saya secara pribadi tidak tahu maksud mereka. Di Puncak Kabo kami ketakutan, disiksa dan hanya bisa berdoa agar Tuhan melindungi kami," kata Jimmy.

Tak lama dari perekaman video itu, ungkap Jimmy, mereka dijadikan satu dan ditembak dengan jarak kurang lebih 2 meter dengan menggunakan 6 pucuk senjata laras panjang dan 3 buah pistol.

"Saat itu, saya melihat mereka memiliki 6 pucuk senjata laras panjang dan 3 senjata laras pendek. Itu yang saya lihat. Tidak tahu apakah mereka masih memiliki senjata lain yang disembunyikan," kata Jimmy.

Baca: Kirim Surat Terbuka ke Jokowi, Kelompok Bersenjata Papua: Tuan Presiden, Perang Tidak Akan Berhenti

Baca: 8 Fakta Pengeroyokan Anggota TNI Oleh Juru Parkir di Jakarta Timur

"Senjata itu digunakan untuk menembak kami. Ada tari-tarian yang mereka lakukan. Lalu mereka menembak sambil mengelilingi dan menari. Saat itu, tembakan mereka jadi tidak terarah dan ada di antara kami yang tidak kena tembak, termasuk saya. Namun kami semua pura-pura mati," tuturnya.

Jimmy bercerita, usai para kelompok KKB menembak mereka secara brutal, kelompok itu meninggalkan mereka dengan menuju ke atas bukit.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved